Pengelolaan Limbah Medis Dari Aktivitas Vaksinasi

limbah medis

Sejumlah fasilitas kesehatan di Indonesia telah mengadakan kembali vaksinasi booster ke 2 untuk mengurangi penyebaran covid 19. Vaksinasi yang digunakan melahirkan limbah medis yang jika tidak terkelola dengan baik akan berbahaya untuk lingkungan dan kesehatan dalam masyarakat. Menurut WHO sekitar 8 miliar dosis vaksin secara global telah menghasilkan 144.000 ton limbah botol kaca, jarum suntik, dan kotak pengaman.

vaksin covid

Pengertian

Menurut Permenkes No 18 Tahun 2020, adalah hasil buangan dari aktifitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan. Memiliki bahaya utama yaitu risiko infeksi dari mikroorganisme yang terdapat dilimbah tersebut, infeksi terjadi dikarenakan terkena tusukan benda tajam. Baca Juga : Limbah Medis – Pembuangan, Pengelolaan dan Pengolahannya

 

Bahaya Limbah Medis Jika Tidak Terkelola Dengan Baik

Menurut data WHO, pengelolaan limbah ini yang salah bisa memicu bermacam bahaya sebagai berikut:

1. Infeksi

Pembuangan limbah medis yang sembarangan menyebakan berbagai macam infeksi karena mengandung patogen penyebab berbagai infeksi seperti Infeksi saluran pernapasan (tuberculosis dan Streptococcus pneumonia) dan virus campak. Selain itu medis juga meningkatkan risiko hepatitis A, B, atau C, hingga HIV dan Aids yang menular melalui barang yang terkontaminasi darah atau cairan tubuh.

 

2. Bahan kimia berbahaya

Pembuangan limbah medis yang tidak tepat juga dapat memicu keracunan karena bahan kimia dalam limbah medis meningkatkan risiko penyakit pernapasan atau kulit.

 

3. Zat genotoksik

Riset dari Finlandia menemukan bahwa zat genotoksik pada limbah medis dapat meningkatkan risiko keguguran dan meningkatkan senyawa mutagenik pada tubuh yang memicu kanker pada sel somatik.

 

4. Zat Radioaktif

Limbah medis yang tidak terkelola dengan baik menimbulkan zat radioaktif yang menyebabkan sakit kepala, pusing, mual, muntah, menyebabkan luka bakar pada kulit atau sindrom radiasi akut. Zat radioaktif juga dapat mengakibatkan efek kesehatan jangka panjang seperti kanker dan penyakit kardiovaskular.

Pengumpulan Limbah Medis Vaksinasi

Kementerian Lingkungan Hidup memberikan Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dan pengumpulan limbah dari aktivitas vaksinasi, sebagai berikut :

  1. Menyiapkan plastik kuning, tempat sampah dan safety box
  2. Melapisi tempat sampah dengan plastik kuning atau plastik lain dengan label/ logo limbah medis/infeksius
  3. Masukkan spuit dan jarum ke dalam safety box, maks ¾ penuh sdh diganti
  4. Masukkan limbah botol vaksin/vial, alkohol swab, masker, sarung tangan, APD lainnya ke dalam plastik kuning atau plastik lain dengan label/logo limbah medis/infeksius, maks ¾ penuh, diikat ganti yg baru
  5. Cairan sisa vaksin yang masih berada didalam botol vaksin/ ampul/ vial menjadi kategori limbah dan dimasukkan dalam plastik kuning atau plastik lain dengan label/logo limbah medis/ infeksius
  6. Menempatkan limbah medis/infeksius yang ada di Fasyankes dan seluruh pos pelayanan vaksinasi di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3 yang dilengkapi dengan lemari pendingin (suhu <0oC) bila menyimpan lebih dari 48 jam
  7. Pengangkutan limbah medis/ infeksius ke TPSLB3 dilakukan secara hati-hati sehingga tidak terjadi tumpahan atau ceceran
  8. Melakukan pencatatan dalam log book TPSLB3 dan pelaporan   pengelolaan limbah medis vaksinasi sebagai bagian dari pelaporan pelaksanaan vaksinasi Covid-19

Pengelolaan Limbah Medis Vaksinasi

Pengolahan limbah vaksinasi Covid-19 dilakukan dengan beberapa alternatif, yaitu:

  1. Mengolah limbah medis vaksinasi Covid-19 menggunakan incinerator/ autoclave/microwave milik Fasyankes.
  2. Untuk daerah yang tidak terjangkau perusahaan pengangkut dan pengolah limbah B3, dapat dilakukan penguburan dengan konstruksi sesuai PermenLHK P.56/2015 (ukuran minimal 1 meter kubik) dan berkoordinasi dengan DLH/pihak berwenang setempat
  3. Mengolah limbah medis vaksinasi bekerja sama dengan perusahaan pengolah limbah B3 berizin

Solusi Pengelolaan Limbah Medis Bersama Universal Eco

Mengelola limbah membutuhkan komitmen kuat. Segala upaya harus dilakukan demi menjaga lingkungan agar tidak tercemar. Komitmen tersebut selalu menjadi pegangan Universal Eco dalam menjalankan tugasnya. Dengan teknologi ramah lingkungan dan fasilitas yang memadai, Universal Eco selalu berupaya untuk menjadi perusahaan jasa pengelolaan limbah yang bertanggungjawab.

Universal Eco melayani pengelolaan limbah medis yang berasal dari fasilitas layanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, laboratorium kesehatan dan farmasi. Dengan melakukan pengolahan menggunakan teknologi insinerator yang ramah lingkungan dengan suhu tinggi maka sifat infeksius yang dapat dilenyapkan dan tidak lagi berbahaya bagi lingkungan.

 

Mari kelola limbah dan wujudkan Indonesia bebas limbah bersama Universal Eco

Share :