Limbah Paralon: Apa itu, Contoh, dan Pengelolaannya

Limbah paralon merupakan sisa dari suatu aktivitas manusia yang digunakan untuk proses produksi, pasca konstruksi, dan sebagainya yang berfungsi sebagai media pengaliran suatu zat cair, uap, atau gas dimana berbentuk batang silinder berongga. Limbah paralon juga dikenal sebagai limbah pipa PVC atau Polyvinyl Chloride yang terbuat dari proses polimerisasi. Limbah paralon dengan jenis ini masuk ke dalam urutan ketiga dalam jenis limbah pipa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Keunggulan dari pipa paralon menjadikan pipa dengan jenis PVC ini dipilih oleh sebagian besar masyarakat, keunggulan tersebut antara lain:

  • Kualitas yang baik dan sesuai dengan standar dalam negeri maupun internasional
  • Tidak mudah pecah dan kuat
  • Aman digunakan untuk saluran air bersih dan kebutuhan konsumsi lainnya
  • Ringan
  • Desain yang efektif dan halus
  • Mudah dilepas dan dipasang

Jenis atau Contoh Limbah Paralon

Pada umumnya limbah paralon terbagi menjadi tiga jenis:

  1. Limbah paralon SDR 41. Limbah paralon ini merupakan jenis pipa PVC pertama yang umumnya digunakan sebagai saluran pembuangan limbah karena jenis ini memiliki ketebalan terbaik untuk mengalirkan limbah cair bertekanan tinggi. Limbah paralon SDR 41 secara umum mempunyai ukuran panjang 6 meter per batangnya dan diameter 3 sampai 24 inch.
  2. Limbah paralon JIS. Limbah paralon JIS atau Japanese Industrial Standard merupakan salah satu jenis PVC yang paling banyak beredar di pasaran karena kualitasnya yang terbaik.
  3. Limbah paralon SNI. Limbah paralon SNI atau Standard Nasional Indonesia berasal dari dalam negeri dengan panjang kurang lebih 4 meter hingga 6 meter per batangnya. Pada umumnya limbah paralon ini mudah diaplikasikan dengan disambung. Jenis dari limbah paralon SNI terbagi menjadi 4 jenis yaitu limbah paralon SNI S 6.3 (batas tekanan 16 bar) , SNI S 10 (batas tekanan 12.5 bar), SNI S 12 (batas tekanan 10 bar), dan SNI S 16 (batas tekanan 8 bar).

 

Bahaya atau Dampak Negatif Limbah Paralon

Limbah paralon mengandung plastik berbahan dasar klorin, salah satu bahan berbahaya dan beracun yang akan sulit terurai secara alami. Apabila limbah paralon dibuang dan ditimbun begitu saja maka akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan maupun kesehatan. Bahaya atau dampak negatif limbah paralon antara lain:

  1. Pencemaran udara
  2. Pencemaran tanah
  3. Pencemaran air

 

Pengelolaan Limbah Paralon atau Pipa PVC Bekas

Sebagian besar masyarakat menjadikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi pilihan utama dari hasil pemakaian limbah paralon sehingga terjadinya rantai perjalanan limbah paralon atau pipa PVC bekas di berbagai wilayah lingkungan yang menyebabkan beragam penurunan kualitas lingkungan dan berdampak terhadap kesehatan. Tanpa diketahui, pengelolaan limbah paralon atau Pipa PVC Bekas dapat menjadi pilihan utama dari hasil pemakaian, dimana dapat dilakukan dengan pendekatan konsep 3R yaitu Reduce, Reuse, Recycle.

Reduce

Pada konsep ini, dilakukan upaya dalam mengurangi timbulan limbah paralon atau pipa PVC bekas di lingkungan dari bentuk perilaku konsumsi hingga aktivitas produksi limbah paralon. Melalui penerapan ini, kita sama saja dengan mengurangi permasalahan limbah paralon yang tidak bisa terolah sepenuhnya

mengingat kapasitas limbah paralon yang dihasilkan, fasilitas pengelolaan limbah paralon, dan jasa daur ulang limbah paralon atau pipa PVC bekas yang tidak tersebar secara merata di wilayah Indonesia dan keterbatasan-keterbatasan lainnya.

 

Reuse

Dengan pengelolaan limbah paralon menggunakan konsep Reuse diperlukan upaya memanfaatkan kembali limbah paralon atau pipa PVC bekas dengan fungsi yang sama tanpa adanya pengolahan atau perubahan bentuk menggunakan suatu teknologi. Adapun hal yang harus diperhatikan dalam penerapan konsep ini, yaitu dipastikan kondisi limbah paralon bersih dan terbebas dari kontaminan yang tertempel pada bagian luar maupun dalam limbah paralon. Pembersihan limbah paralon atau pipa PVC bekas diperlukan kerjasama dengan jasa pengelolaan yang berizin agar proses pengelolaannya dilakukan sesuai standar yang telah di tetapkan.

 

Recycle

Salah satu konsep dari 3R yaitu recycle juga dapat menjadi langkah awal mewujudkan sirkular ekonomi di Indonesia. Sirkular ekonomi merupakan alternatif dari ekonomi linier tradisional, dimana pelaku ekonomi dapat menggali nilai suatu limbah paralon agar dapat dipergunakan dengan cara regenerasi produk. Recycle merupakan pengelolaan yang menjadikan limbah paralon menjadi barang yang bernilai ekonomis melalui perubahan bentuk. Dimana recycle dapat dilakukan dengan penggilingan limbah paralon sehingga menghasilkan biji plastik sesuai kualitas masing-masing. Biji plastik yang dihasilkan dari limbah paralon dapat menjadi bahan baku utama untuk pembuatan produk lainnya.

 

About Universal Eco

Universal Eco adalah perusahaan pengelola limbah yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Misi kami adalah membantu mewujudkan Indonesia bebas limbah dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penerapan ekonomi sirkular bagi bisnis dan industri. Dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, Universal Eco dapat melayani berbagai jenis kebutuhan pengelolaan limbah domestik dan B3 (Bahan Beracun & Berbahaya) yang bersumber dari area komersil, industri, dan fasilitas layanan kesehatan.

Layanan kami adalah

  1. Extended Producer Responsibility
  2. B3 Packaging Cleaning & Plastic Recycling
  3. Hazardous Waste Management
  4. Medical & Pharmaceutical Waste Treatment
  5. Zero Waste Treatment
  6. Secure Data & Destruction
  7. Jasa Pengelolaan Oli Bekas & Oil Sludge

Ingin informasi terkait lingkungan dan limbah bisa kunjungi kami di website atau instagram kami. Bersama Universal Eco mari wujudkan Indonesia bebas limbah, siap mengelola limbahmu secara bertanggung jawab.

Share :