Mayoritas masyarakat di dunia sangat erat dalam penggunaan plastik dalam seluruh aktivitas mereka. Tidak heran jika produksi dan penggunaan plastik selalu bertambah tiap tahunnya di dunia ini dengan jenis plastik yang beragam.
Meskipun erat dan berguna dalam segala lini kehidupan, plastik merupakan sebuah elemen yang turut menyumbang dampak negatif pada lingkungan. Alasannya tentu dari tingkat penguraian dan kandungan zat material.
Tidak hanya memiliki dampak negatif terhadap lingkungan, tidak sedikit produk-produk plastik yang digunakan masyarakat di seluruh dunia juga memiliki dampak negatif terhadap kesehatan tubuh jika tidak diperhatikan cara penggunaannya.
Menindak lanjuti betapa besarnya dampak negatif yang dihasilkan dari ketidak hirauan penggunaannya, sangat baik jika setiap masyarakat mulai memahami produk-produk plastik yang digunakannya. Salah satunya adalah dengan mengenal berbagai jenis dari produk tersebut.
Baca Juga : 3 Alasan Sampah Plastik Masih Mengancam di Indonesia

Jenis Plastik & Logo Daur Ulang (Recycle)
Jika ditelusuri lebih dalam, sebenarnya para produsen telah memberikan kode khusus yakni logo daur ulang dan untuk mengenalkan material plastik yang digunakan. Namun, hal tersebut menjadi problematika ketika masyarakat penggunanya tidak hirau dengan kode logo daur ulang tersebut.
Baca Juga :Pengolahan Limbah Plastik Berdasarkan Jenisnya
Nah, untuk menambah kehirauan tentang berbagai macam beserta logo daur ulang-nya, simak penjelasan informatif di bawah ini!
Jenis Plastik PET atau PETE (polyethylene terephthalate)
PET atau PETE (polyethylene terephthalate) hanya untuk sekali pakai dan sangat tidak dianjurkan untuk pemakaian berulang plastik dengan tingkat bahaya dan kesulitan terurai yang tergolong sedang ini. Tidak memiliki warna atau bening dan contohnya botol air mineral, kecap, softdrink, atau jus
Jenis Plastik HDPE (high density polyethylene)
HDPE (high density polyethylene) memiliki dengan tingkat bahaya dan kesulitan terurai sedang, contohnya penggunaan plastik ini biasanya ditemukan pada produk-produk botol susu, shampoo, tas kresek, atau kosmetik. Sama seperti PET, plastik ini tidak dianjurkan untuk pemakaian berulang.
V atau PVC (polyvinyl chloride)
V atau PVC (polyvinyl chloride) merupakan jenis dengan tingkat bahaya dan kesulitan terurai tinggi ini memiliki tingkat kandungan PVC tinggi, dimana jika dipanaskan atau terkena material panas dapat membahayakan fungsi organ (ginjal, berat badan, & hati). cotohnya pada mainan anak, kotak makan plastik, plastic wrap atau tirai kamar mandi.
LDPE (low density polyethylene)
Jenis plastik LDPE (low density polyethylene) ini memiliki tingkat kelenturan tinggi, plastik ini sering menjadi material produk-produk dengan tingkat ketahanan lama. Meskipun tingkat bahayanya rendah, jenis plastik ini memiliki tingkat kesulitan penguraian yang tergolong sedang. Contohnya dapat menemukannya pada produk pembungkus makanan, roti, atau dry cleaning bag.
PP (polypropylene)
Jenis plastik PP (polypropylene) merupakan material yang paling terbaik untuk membuat produk-produk penyimpanan makanan/minuman. Beberapa warnanya ada yang bening/transparan ada juga yang solid. Jenis ini memiliki tingkat bahaya dan kesulitan terurai bernilai rendah. Contohnya digunakan untuk botol obat, sedotan, botol bayi, dan tempat mentega.
PS (polystyrene)
PS (polystyrene) memiliki tingkat penggunaan sekali pakai dan sangat berbahaya untuk digunakan berulang Jika dibakar atau terkena panas, plastik dengan tingkat bahaya dan kesulitan terurai tinggi ini dapat mengeluarkan gas beracun yang menghasilkan polusi udara. Jenis plastik ini merupakan bahan dasar pembuatan styrofoam. Contohnya selain styrofoam, cup minuman dan cooler.
Others
Jenis plastik yang satu ini memiliki material yang lain dari nomor 1 hingga 6, namun umumnya merupakan bermaterial Polycarbonate. Jenis plastik ini biasanya digunakan untuk tas oven, tempat makanan atau tumblr minuman olahraga. Jika terkena panas , material plastik dengan tingkat bahaya dan kesulitan terurai tinggi ini dapat mengeluarkan bisphenol-A kedalam makanan dan minuman dimana berpotensi merusak sistem hormon.
Perlu juga untuk diperhatikan, selain jenis plastik yang sebelumnya disebutkan, masih ada sejumlah material plastik lainnya yang tidak mencantumkan kode logo daur ulangnya. Ketidak jelasan material plastik dan kandungan di dalamnya tentu berpotensi menghadirkan dampak negatif saat menggunakannya.
Meringkas seluruh penjelasan kode logo daur ulang dan jenis-jenis plastik di atas, jika harus memilih dalam penggunaan produk berbahan plastik, pilihan jenis-jenis plastik dengan kode nomor 2, 4, dan 5 adalah yang direkomendasikan. Namun dengan catatan, jangan sampai dilupakan kandungan dan penggunaannya ya!
Kelola Limbah Plastik Bersama Universal Eco
Universal Eco berusaha menjaga lingkungan kita dari pencemaran limbah plastik dan kemasan. Kami menyediakan jasa pengolahan limbah plastik secara bertanggung jawab. Layanan ini dilengkapi dengan laporan alur limbah agar Anda dapat memantau kontribusi positif perusahaan Anda.
Universal Eco adalah perusahaan pengelola limbah yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Misi kami adalah membantu mewujudkan Indonesia bebas limbah dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penerapan ekonomi sirkular bagi bisnis dan industri. Dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, Universal Eco dapat melayani berbagai jenis kebutuhan pengelolaan limbah domestik dan B3 (Bahan Beracun & Berbahaya) yang bersumber dari area komersil, industri, dan fasilitas layanan kesehatan.
Layanan kami adalah
- Extended Producer Responsibility
- B3 Packaging Cleaning & Plastic Recycling
- Hazardous Waste Management
- Medical & Pharmaceutical Waste Treatment
- Zero Waste Treatment
- Secure Data & Destruction
- Jasa Pengelolaan Oli Bekas & Oil Sludge
Ingin informasi terkait lingkungan dan limbah bisa kunjungi kami di website atau instagram kami. Bersama Universal Eco mari wujudkan Indonesia bebas limbah, siap mengelola limbahmu secara bertanggung jawab.





