Fasilitas Pengendalian Pencemaran Udara dan Limbah yang Dihasilkan

pencemaran udara

Sumber Pencemaran Udara

Pencemaran udara sebagian besar terjadi karena aktivitas manusia seperti penggunaan transportasi secara berlebihan serta aktivitas industri.  Hal ini dapat menurunkan kualitas udara melalui partikel polutan salah satunya karbon dioksida yang berada di atmosfer. Polutan itu sendiri merupakan zat berbahaya maka diperlukan fasilitas pengendalian pencemaran udara untuk mengurangi pencemaran udara.

Baca Juga : Penanggulangan Pencemaran Tanah

Terdapat 3 (tiga) sumber pencemaran udara, diantaranya:

  1. Sumber tidak bergerak, misalnya cerobong dari aktivitas industri
  2. Sumber bergerak, seperti kendaraan bermotor
  3. Kombinasi sumber bergerak dan tidak bergerak, misalnya tempat pembuangan akhir sampah (TPA), dan kawasan industri

Macam-Macam Fasilitas Pengendalian Pencemaran Udara

Oleh karena itu, dibutuhkan fasilitas sebelum udara kembali dilepaskan ke atmosfer. Utamanya fasilitas ini digunakan pada sumber pencemaran udara yang tidak bergerak:

Filter

filter

Filter dapat difungsikan untuk menyaring udara sisa pembakaran tidak sempurna.

Kelebihan dari penggunaan filter adalah sebagai berikut:

  1. Efisiensi yang tinggi untuk partikulat yang sangat kecil sekalipun
  2. Memerlukan kehilangan tekanan yang relatif rendah

Sedangkan kekurangan dari filter diantaranya:

  1. Dapat terbakar atau meledak
  2. Berpotensi menyebabkan korosif

Electrostatic Precipitator (ESP)

esp

Kegunaan dari Electrostatic Precipitator (ESP) adalah untuk menangkap abu hasil proses pembakaran dengan memberikan muatan listrik.

Baca Juga : Parameter Pencemaran Lingkungan

Terdapat kelebihan dari penggunaan ESP, diantaranya:

  1. Efisiensi yang tinggi untuk partikulat yang sangat kecil sekalipun
  2. Fleksibel pada segala kondisi suhu operasi
  3. Menangani volume gas yang besar dengan kehilangan tekan yang kecil
  4. Fleksibel untuk material kering maupun basah

Sedangkan kekurangan dari ESP adalah sebagai berikut:

  1. Biaya kapital yang tinggi
  2. Memerlukan tempat yang luas

Tidak bisa untuk partikulat yang mudah terbakar

Siklon (Cyclone)

siklon

Siklon atau Cyclone berfungsi untuk menyisihkan partikulat (partikel udara debu) dengan ukuran yang lebih dari 1 mikron.

Terdapat kelebihan dari penggunaan siklon, diantaranya:

  1. Harga yang relatif murah
  2. Fleksibel pada segala kondisi suhu operasi

Sedangkan kekurangan dari siklon adalah sebagai berikut:

  1. Terbatas untuk ukuran partikel tertentu (lebih dari 1 mikron)
  2. Pengontrolan konsentrasi partikulat tidak bisa hanya melalui siklon

Scrubber

scrubber

Scrubber digunakan untuk memisahkan partikel solid (padat) dari udara atau gas dengan bantuan suatu cairan seperti air, asam sulfat dan lain sebagainya.

Kelebihan dari penggunaan scrubber adalah sebagai berikut:

  1. Menetralkan debu dan gas korosif
  2. Proses absorpsi gas dan pengumpulan debu bisa dilakukan dalam 1 unit
  3. Meminimalisasi risiko ledakan atau kebakaran

Sedangkan kekurangan dari scrubber diantaranya:

  1. Biaya pembuangan lumpur limbah yang cukup mahal
  2. Berpotensi menyebabkan korosif
  3. Partikel yang terkumpul dapat terkontaminasi

Limbah dari Fasilitas Pengendalian Pencemaran Udara Dikategorikan Limbah B3

Pada proses pengendalian pencemaran udara, terdapat sisa atau residu di dalam prosesnya. Residu tersebut dikategorikan sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3). Limbah B3 tersebut terdiri dari filter bekas, debu dan sludge. Oleh karena itu, residu tersebut harus dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku

Universal Eco melayani jasa pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang berasal dari berbagai jenis industri. Salah satunya limbah B3 yang berasal dari fasilitas pengendalian pencemaran udara ini, yakni:

  1. Filter bekas dari sumber tidak spesifik dengan kode limbah B109d
  2. Debu dari berbagai jenis industri dengan kode limbah A303-4, B307-4, B301-5, B309-2, B315-1, B317-2, A318-3, B319-1, A325-5, B331-3, B333-1, B349-3, dan B351-2
  3. Debu/sludge dari berbagai jenis industri dengan kode limbah A311-3, B312-1, B313-6, B314-2, dan B316-2

Bersama Universal Eco, mari wujudkan Indonesia bebas limbah. Siap mengelola limbahmu secara bertanggung jawab?

Share :