Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, timbulan limbah elektronik juga semakin meningkat. Secara global, setiap tahunnya terdapat lebih dari 50 juta ton limbah elektronik yang dihasilkan dan menyumbang sebanyak 70% dari total limbah berbahaya dan beracun (B3). Ini berarti rata-rata setiap orang menghasilkan sekitar 7 kg.
Baca Juga: Cara Mengurangi Limbah Elektronik
Kandungan limbah elektronik yang terdiri dari bahan plastik, bahan oksida, logam-logam seperti:
- Cu
- Pd
- Fe
- Ni
- Sn
- Pb
- Al
- Zn
- Ag
- Au
Logam tersebut memiliki kandungan zat yang cukup berbahaya bagi lingkungan serta manusia sehingga limbah ini perlu dikelola secara khusus.

Apple Perusahaan Teknologi Terbesar
Apple sebagai perusahaan teknologi terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar lebih dari 2 triliun USD, memainkan peran besar dalam produksi dan pengelolaan limbah elektronik.
Produk Apple yang mencakup iPhone, iPad, Mac, iPod, Apple Watch, dan Apple TV, menghasilkan total limbah 52.490 ton di tahun 2021, yang mana meningkat 14,8% dibandingkan tahun 2020. Perusahaan Apple menghasilkan 1.599 ton limbah B3 pada tahun 2021 yang mengalami penurunan sebesar 13% dibandingkan tahun 2020.
Apple menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan zero waste. Apple mengklaim mereka telah mencapai kondisi carbon neutral dalam operasional perusahaan, dan menetapkan tujuan untuk menjadi carbon neutral pada seluruh jejak produk mereka pada tahun 2030. Mereka berencana untuk mencapainya dengan mengurangi emisi sebesar 75% dibandingkan tahun 2015, kemudian berinvestasi pada solusi penghilangan karbon berkualitas tinggi untuk sisa emisi.
Bagaimana Cara Apple Mengelola Limbah Elektronik?
- Merancang Program Recycle
Salah satu cara utama Apple mengelola limbah elektronik adalah melalui program Recycle. Program ini memungkinkan pengguna Apple untuk mendaur ulang perangkat lama mereka dengan mudah. Apple menerima perangkat elektronik dari berbagai merek, bahkan jika perangkat tersebut bukan produk Apple. Dengan program ini, Apple membantu mengurangi jumlah limbah ini berakhir di tempat pembuangan akhir.
- Inovasi dalam Proses Manufaktur
Apple menghadirkan Daisy, sebuah robot yang mulai beroperasi pada tahun 2018. Daisy berperan membongkar smartphone dan tablet lama untuk mengekstrak bahan-bahannya. Daisy membongkar dengan kecepatan 200 iPhone per jam.
- Kampanye Edukasi
Selain program dan inisiatif teknis, Apple juga berupaya untuk mendidik konsumen mereka tentang pentingnya pengelolaan limbah elektronik. Mereka menyediakan informasi dan sumber daya untuk membantu pengguna memahami cara terbaik untuk membuang perangkat elektronik mereka secara bertanggung jawab.
Apple telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pengelolaan limbah elektronik. Langkah-langkah ini dapat menginspirasi perusahaan lain untuk mengambil tindakan serupa dalam menghadapi tantangan di era teknologi modern. Dengan mengadopsi praktik-praktik ini, Apple dan perusahaan lain dapat memainkan peran penting dalam memastikan bahwa pertumbuhan teknologi tidak berdampak negatif pada lingkungan kita.
About Universal Eco
Universal Eco adalah perusahaan pengelola limbah yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Misi kami adalah membantu mewujudkan Indonesia bebas limbah dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penerapan ekonomi sirkular bagi bisnis dan industri. Dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, Universal Eco dapat melayani berbagai jenis kebutuhan pengelolaan limbah domestik dan B3 (Bahan Beracun & Berbahaya) yang bersumber dari area komersil, industri, dan fasilitas layanan kesehatan.
Layanan kami adalah
- Extended Producer Responsibility
- B3 Packaging Cleaning & Plastic Recycling
- Hazardous Waste Management
- Medical & Pharmaceutical Waste Treatment
- Zero Waste Treatment
- Secure Data & Destruction
- Jasa Pengelolaan Oli Bekas & Oil Sludge
Ingin informasi terkait lingkungan dan limbah bisa kunjungi kami di website atau instagram kami. Bersama Universal Eco mari wujudkan Indonesia bebas limbah, siap mengelola limbahmu secara bertanggung jawab.





