Hari Bumi : Perubahan Iklim dan Pengelolaan Sampah

hari bumi

Hari Bumi yang akan jatuh pada hari Jumat 22 April 2022 menjadi pengingat akan pengelolaan sampah dan perubahan iklim yang saat ini menjadi isu yang hangat diperbincangkan.

Baca Juga : Fasilitas Pengendalian Pencemaran Udara dan Limbah yang Dihasilkan

 

Apa Itu Perubahan Iklim ?

Dilansir Science Alert, Google Earth mengembangkan kemampuannya agar dapat melihat dampak perubahan iklim di dunia sejak tahun 1984. Penampakan Google Earth memberikan gambaran perubahan iklim mengubah wajah Bumi di seluruh dunia selama 37 tahun terakhir.

Menurut Kementrian Lingkungan hidup, Perubahan iklim adalah berubahnya kondisi fisik atmosfer bumi antara lain suhu dan distribusi curah hujan yang membawa dampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan manusia. Perubahan fisik ini tidak terjadi hanya sesaat tetapi dalam kurun waktu yang panjang.

iklim

 

Perubahan Iklim dan Gas Rumah Kaca

Menurut Purwanta, 2016, Banyak bukti ilmiah bahwa fenomena ini disebabkan dari efek rumah kaca pada atmosfer. Efek rumah kaca terjadi akibat adanya gas-gas rumah kaca (GRK) yang memerangkap panas radiasi matahari yang dipantulkan kembali ke angkasa oleh permukaan bumi. Pada dasarnya GRK ini dapat bersumber dari alam itu sendiri (naturally) maupun dari aktivitas manusia (anthropogenic).

Penyebab efek rumah kaca selanjutnya berasal dari hasil kegiatan manusia. Salah satunya ada tumpukan sampah plastik yang tak terkendali sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Menurut penelitian, plastik mengeluarkan gas metana dan etilena ketika terkena sinar matahari dan berakibat rusak. Gas metana alami atau buatan dikatakan sebagai penyebab utama perubahan iklim.

 

Perubahan Iklim dan Sampah

Saat ini, dunia menghasilkan sampah sekitar 2 milyar ton per tahun. Sebagian besar dari jumlah tersebut tidak didaur ulang, yang kemudian menyebabkan kerusakan lingkungan. Tidak hanya itu, timbunan sampah padat yang tidak didaur ulang juga menyebabkan emisi karbon yang besar.

Baca Juga : Pengolahan Limbah Plastik Berdasarkan Jenisnya

Menurut World Health Organization (WHO), pada tahun 2050 jumlah sampah secara global diperkirakan akan mencapai 3,4 miliar ton. Sampah sebanyak itu akan menghasilkan gas rumah kaca berbahaya yang berkontribusi pada perubahan iklim.

 

Pengelolaan Sampah

Tempat pembuangan sampah merupakan sumber emisi metana terbesar ketiga. Tempat pembuangan sampah yang melepaskan 15% emisi metana sendiri, setara dengan emisi dari lebih dari 21,6 juta mobil penumpang yang dikendarai selama satu tahun. Tentu saja ini adalah jumlah yang sangat besar dan akan berkontribusi banyak terhadap perubahan iklim.

Menurut Bank Dunia, saat ini daur ulang sampah kering seperti plastik, kertas, logam dan kaca setara dengan 38% sampah kota. Sementara itu, hanya 13,5% dari daur ulang kering yang benar-benar didaur ulang secara global.

Baca Juga : Jenis Plastik dan Proses Daur Ulang Plastik

Di Indonesia sendiri diperkirakan sebanyak 85 ribu ton sampah dihasilkan per harinya, dengan perkiraan kenaikan jumlah dapat mencapai 150 ribu ton per hari pada tahun 2025. Jumlah ini didominasi oleh sampah yang berasal dari rumah tangga, yang berkisar antara 60% hingga 75%. Sementara itu, berdasarkan data dari Indonesia National Plastic Action Partnership yang dirilis April 2021, setiap tahunnya Indonesia menghasilkan 6,8 juta ton sampah plastik dan 9%-nya atau sekitar 620 ribu ton masuk ke sungai, danau, dan laut.

 

Terapkan Sirkular Bersama Universal Eco

Salah satu cara mengurangi sampah adalah dengan pendekatan ekonomi sirkular yang merupakan konsep alternatif dari ekonomi linear yang dirancang untuk mengurangi sampah dan polusi. Upaya pencegahan harus dilakukan dengan gotong royong masyarakat, industri, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat melalui usaha gaya hidup minim sampah.

Universal Eco memiliki misi untuk membantu mewujudkan Indonesia bebas sampah dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penerapan ekonomi sirkular bagi bisnis dan industri sehingga perubahan iklim bisa dicegah.  Bersama Pengelolaan Limbah B3Extended Producer Responsibility, dan Daur Ulang Plastik & Kemasan Limbah B3 kita menjaga bumi dari perubahan iklim. Mari bertanggung jawab bersama Universal Eco.

Share :