Pengelolaan Sampah di Negara Lain yang Patut Dicontoh

pengelolaan sampah

Tidak bisa dipungkiri, sampah sudah menjadi masalah global. Bayangkan, setiap menit 3.825 ton sampah perkotaan diproduksi dan dikumpulkan. Sebagian besar dari volume besar ini akhirnya berujung di tempat pembuangan sampah atau di tempat pembuangan terbuka tanpa pengelolaan sampah yang benar, yang akhirnya menimbulkan tekanan besar pada lingkungan dan habitat hewan liar.

Sayangnya, secara keseluruhan, kebanyakan masyarakat belum menyadari bahaya konsumsi berlebihan dan produksi berlebihan. Padahal, bisa dilihat sepanjang 2023 ini, 14 TPA di Indonesia mengalami kebakaran. Dikatakan, kebakaran terjadi akibat pihak pengelola yang tidak mengetahui bagaimana cara pengelolaan yang tepat.

Baca Juga: Mengurangi Sampah Plastik di Rumah

pengelolaan sampah

 

Pengelolaan Sampah Negara Lain

Oleh karena itu, simak baik-baik bagaimana pengelolaan sampah di negara lain yang patut dicontoh.

  1. Jepang

Di Jepang, sampah dibagi menjadi delapan kategori berdasarkan komponennya. Bahkan, satu botol plastik dapat terbagi menjadi tiga jenis sampah: tutup botol, label kemasan, dan botol itu sendiri. Masyarakat diwajibkan untuk memilah sampah plastik secara mandiri sebelum membuangnya ke tempat sampah yang sesuai.

Setelah itu, sampah-sampah tersebut diangkut ke bank sampah yang memiliki fasilitas pengolahan. Sampah plastik yang sudah dipadatkan dapat diubah menjadi benang serat untuk digunakan sebagai bahan baku pakaian. Sementara itu, sampah botol kaca diolah menjadi bahan paving jalan atau dapat digunakan untuk membuat botol kaca baru. Proses pemilahan dan pengolahan ini telah terbukti efektif dalam mengurangi jumlah sampah di Jepang secara signifikan.

  1. Swedia

Swedia adalah salah satu negara yang berhasil menerapkan sistem pengelolaan sampah yang efektif. Masyarakat di Swedia aktif memilah jenis sampah sebelum membuangnya ke tempat sampah. Selain itu, Swedia juga memberlakukan sistem penghargaan berupa uang bagi setiap warga yang mengumpulkan botol atau kaleng bekas dan mengirimkannya ke bank sampah (yang juga berfungsi sebagai pusat daur ulang).

Lebih dari 50% sampah di Swedia dibakar dengan suhu tinggi untuk menghasilkan energi listrik dan panas. Abu hasil pembakaran sampah juga dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi jalan. Saat ini, jumlah sampah di bank sampah Swedia telah berkurang drastis sehingga mereka harus mengimpor sampah dari negara tetangga sebagai sumber energi.

  1. Hongkong

Sebelumnya, Hongkong memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah bernama Sai Tso Wan yang mampu menampung hingga 1,6 juta ton sampah dengan ketinggian mencapai 65 meter. Namun, pada tahun 1981, TPA tersebut ditutup dan ditimbun dengan tanah.

Pada tahun 2004, lahan bekas TPA tersebut diubah menjadi taman bermain. Taman bermain ini menggunakan energi dari turbin angin, sel surya, dan sumber energi metana dari residu sampah yang terdekomposisi.

  1. Korea Selatan

Korea Selatan menerapkan Volume-based Waste Fee (VBWF) sebagai salah satu metode pengelolaan sampah nasional. Metode ini mengenakan biaya pembuangan sampah berdasarkan volume. Akibat kebijakan ini, warga harus membayar untuk membuang sampah. Selain itu, pemilahan sampah di Korea Selatan sangat ketat, baik untuk sampah rumah tangga maupun industri. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat dikenakan denda dan hukuman.

  1. Jerman

Pengelolaan sampah di negara maju seperti Jerman menggunakan metode yang berbeda. Ada perusahaan khusus yang menangani sampah bekas kemasan seperti plastik, kertas, botol, dan logam. Perusahaan tersebut dikenal sebagai DSG/AG (Dual System Germany Co) dan didanai oleh pihak yang menggunakan kemasan tersebut. Penggunaan sistem sanitary landfill juga sudah lama dilarang karena dapat mencemari tanah dan air tanah.

Sampah yang terdiri dari berbagai jenis barang yang tercampur dapat berpotensi merusak tanah. Oleh karena itu, sampah-sampah seperti oli atau baterai harus dibuang dan dimusnahkan dengan teknik khusus.

Kira-kira, metode pengelolaan sampah negara mana yang bisa dicontoh untuk pengelolaan sampah di Indonesia?

 

About Universal Eco

Universal Eco adalah perusahaan pengelola limbah yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Misi kami adalah membantu mewujudkan Indonesia bebas limbah dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penerapan ekonomi sirkular bagi bisnis dan industri. Dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, Universal Eco dapat melayani berbagai jenis kebutuhan pengelolaan limbah domestik dan B3 (Bahan Beracun & Berbahaya) yang bersumber dari area komersil, industri, dan fasilitas layanan kesehatan.

Baca Juga: Sampah B3 Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Layanan kami adalah

  1. Extended Producer Responsibility
  2. B3 Packaging Cleaning & Plastic Recycling
  3. Hazardous Waste Management
  4. Medical & Pharmaceutical Waste Treatment
  5. Zero Waste Treatment
  6. Secure Data & Destruction
  7. Jasa Pengelolaan Oli Bekas & Oil Sludge

Ingin informasi terkait lingkungan dan limbah bisa kunjungi kami di website atau instagram kami. Bersama Universal Eco mari wujudkan Indonesia bebas limbah, siap mengelola limbahmu secara bertanggung jawab.

Share :