Pengertian Sampah Plastik
Sampah plastik adalah jenis sampah anorganik yang tidak dapat diuraikan begitu saja dan membutuhkan waktu hingga bertahun – tahun agar dapat hancur dan terurai secara sendirinya. Berbagai riset mengatakan, plastik yang terpendam dalam tanah membutuhkan waktu minimal 200 tahun untuk sepenuhnya terurai. Bahkan, sebuah penelitian juga menyebutkan bahwa sampah bisa terurai dalam waktu 1000 tahun lamanya. Selain membahayakan kandungan tanah, zat kimia yang muncul dari sampah plastik tersebut juga sangat membahayakan untuk ekosistem lingkungan sekitar.
Baca Juga : 3 Alasan Sampah Plastik Masih Mengancam di Indonesia
Jenis – Jenis Sampah Plastik
- Sampah botol plastik dengan berbahan dasar Polyethylene Terephtalate atau disebut juga sebagai plastik PET. Botol plastik berbahan dasar PET umumnya mempunyai warna bening dan tidak boleh untuk digunakan sebagai tempat penyimpanan minum lebih dari satu kali. Sampah botol plastik juga mempunyai kandungan yang berbahaya apabila terkena air panas.
- Sampah plastik kantong belanja adalah jenis sampah plastik yang berikutnya paling mudah untuk ditemukan. Sampah berjenis kantong plastik belanja biasanya berbahan dasar Low Density Polyethylene agar masih bisa terurai secara alami meskipun membutuhkan waktu yang sangat lama.
- Plastik bahan dasar High Density Polyethylene dengan sifatnya yang lebih tebal daripada LDPE. Plastik yang berbahan dasar HDPE membutuhkan proses yang lebih rumit dan panjang agar bisa diolah dan menjadi hancur. Namun, karena sifatnya yang cenderung lebih padat membuat plastik HDPE menjadi cocok untuk didaur ulang kembali menjadi sesuatu yang lebih bernilai jual.
- Jenis sampah plastik yang berikutnya adalah sedotan. Sedotan merupakan salah satu sampah plastik yang sering membawa masalah bagi mamalia laut karena mereka menganggap plastik sedotan sebagai makanan.
Cara Mengurangi Sampah Plastik
1. Mengurangi Sampah Plastik dengan Tidak Menggunakan Sedotan Plastik
Sedotan plastik mempunyai kontribusi yang cukup besar terhadap kematian banyak hewan. Dengan tidak menggunakan sedotan plastik bisa membuat sampah yang dihasilkan menjadi jauh lebih berkurang. Penggunaan sedotan plastik bisa diganti dengan penggunaan stainless yang bisa dicuci dan dipakai kembali.
2. Membawa Tas Belanja Sendiri
Kantong plastik belanja juga menjadi salah satu kontributor terbesar dari sampah yang tersebar di mana – mana. Kantong plastik belanja umumnya hanya bisa digunakan untuk beberapa kali saja dan akhirnya harus dibuang begitu saja. Penggunaan tas belanja plastik dapat digantikan dengan tas belanja yang berbahan dasar kain.
3. Mempunyai dan Membawa Botol Minum Sendiri
Penggunaan botol atau gelas plastik untuk minum dapat dikurangi dengan dengan menggunakan botol minum milik sendiri yang berbahan dasar alumunium agar Anda menyimpan air minum dingin atau panas dan tahan lebih lama untuk disimpan.
4. Membeli Barang dalam Kemasan yang Lebih besar Untuk Waktu yang Lama
Dengan mengganti barang belanjaan dengan ukuran yang lebih besar bisa membuat menghemat plastik pembungkus dari barang tersebut
5. Membatasi Penggunaan Microbeads
Ada sangat banyak bahan dan produk kecantikan yang menggunakan material microbeads di dalamnya. Microbeads adalah sebuah partikel – partikel berukuran kecil yang terbuat dari plastik. Jika terbawa ke air dalam jumlah yang banyak maka terdapat kemungkinan hewan bisa mengonsumsi microbeads secara tidak disengaja.
6. Membatasi Penggunaan Plastik dalam Membungkus Paket
Saat ini pengiriman paket bisa mengganti plastik sebagai media pembungkus dengan menggunakan kardus ataupun karton sebagai alternatifnya. Lapislah karton dengan tebal agar tidak tembus dan masuk oleh air.
7. Menggunakan Bahan Bekas yang Bisa Dipakai Lagi
Apabila Anda sudah habis menggunakan sebotol sampo maka botol tersebut janganlah dibuang dan Anda cukup membeli sampo isi ulang saja dan mengisinya kembali pada botol yang sudah habis tersebut.
8. Membuat Tas Daur Ulang dari Pembungkus Plastik
Apabila Anda mempunyai banyak pembungkus plastik yang sudah tidak dipakai maka masih bisa mengubahnya untuk menjadi sebuah tas daur ulang dengan mudah. Kumpulkanlah plastik tersebut dalam jumlah yang banyak agar menyerupai sebuah tas dan jahitlah dengan menggunakan benang.
9. Memanfaatkan Botol Plastik Sebagai Pot
Jika terdapat banyak botol plastik maka bisa menggunakannya kembali sebagai pot untuk tanaman. Dengan menanam tanaman juga bisa berperan untuk membuat rumah dan lingkungan tepat tinggal menjadi lebih nyaman.
10. Mengkreasikan Botol Plastik Besar Menjadi Celengan
Salah satu cara agar sampah botol plastik besar tidak terbuang sia – sia adalah dengan mengubahnya agar menjadi sebuah celengan. Celengan yang berbahan dasar botol plastik bisa digunakan berkali – kali tanpa harus membeli sebuah celengan baru.
Baca Juga : Jenis Plastik dan Proses Daur Ulang Plastik
About Universal Eco
Universal Eco adalah perusahaan pengelola limbah yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Misi kami adalah membantu mewujudkan Indonesia bebas limbah dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penerapan ekonomi sirkular bagi bisnis dan industri. Dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, Universal Eco dapat melayani berbagai jenis kebutuhan pengelolaan limbah domestik dan B3 (Bahan Beracun & Berbahaya) yang bersumber dari area komersil, industri, dan fasilitas layanan kesehatan.
Layanan kami adalah
- Extended Producer Responsibility
- B3 Packaging Cleaning & Plastic Recycling
- Hazardous Waste Management
- Medical & Pharmaceutical Waste Treatment
- Zero Waste Treatment
- Secure Data & Destruction
- Jasa Pengelolaan Oli Bekas & Oil Sludge
Ingin informasi terkait lingkungan dan limbah bisa kunjungi kami di website atau instagram kami. Bersama Universal Eco mari wujudkan Indonesia bebas limbah, siap mengelola limbahmu secara bertanggung jawab.






