Aki dan Pengelolaan Limbah B3

aki

Pengertian

Akumulator atau Aki atau Storage Battery adalah alat elektro kimia yang dibuat untuk mensuplai listrik ke system starter mesin. Alat ini menyimpan listrik dalam bentuk energi kimia yang dikeluarkan dengan mensuplainya ke masing – masing sistem kelistrikan atau alat yang memerlukannya.

Baca Juga : Asam Sulfat dan Pengelolaan Limbah B3

 

Jenis Aki

  1. Aki Basah, yang berisi cairan asam sulfat (H2SO4). Ciri utamanya memiliki lubang dengan penutup yang berfungsi untuk menambah air aki saat ia kekurangan akibat penguapan saat terjadi reaksi kimia. Sel-selnya menggunakan bahan timbal (Pb). Kelemahan jenis ini adalah pemilik harus rajin memeriksa ketinggian level air secara rutin dan cairannya bersifat sangat korosif. Uap yang dihasilkan mengandung hydrogen yang cukup rentan terbakar dan meledak jika terkena percikan api.
  2. Aki Hybrid, pada jenis ini selnya menggunakan low-antimonial pada sel (+) dan kalsium pada sel (-). Memiliki performa dan sifat self-discharge yang lebih baik dari tipe basah konvensional
  3. Aki Bebas Perawatan / Maintenance Free (MF), pada jenis ini dikemas dalam desain khusus yang mampu menekan tingkat penguapan air Aki. Uap yang terbentuk akan mengalami kondensasi sehingga kembali menjadi air murni yang menjaga level air selalu pada kondisi ideal sehingga tidak diperlukan pengisian air. Jenis ini biasanya terbuat dari basis jenis hybrid maupun kalsium.
  4. Aki Kering, menggunakan Calcium pda lmpengan grid (+) dan (-), dengan penyekat berupa jaring (mat) yang menyerap cairan elektrolit (umumnya berupa gel), dengan kemasan yang tertutup rapat (disegel). Ketika terjadi penguapan atau gas, akan diserap oleh mat tersebut, sehingga tidak terjadi pengurangan jumlah cairan elektrolit
  5. Aki Gel, menggunakan cairan elektrolitnya berupa gel, jadi tidak mudah tumpah dan bisa diletakkan diberbagai macam posisi, tapi umumnya jenis ini tidak bisa memproduksi arus besar dalam durasi yang cukup lama.

Bahaya Aki Bekas

Aki yang sudah tidak dapat digunakan tidak boleh dibuang sembarangan karena termasuk kedalam limbah B3. Mengandung timbal/timah hitam dan asam sulfat (H2SO4) yang berbahaya untuk lingkungan dan menyebabkan masalah kesehatan.

Baca Juga : Larutan Asam – Pengertian, Ciri dan Pengelolaannya

 

Berikut bahaya yang dapat muncul jika tidak dikelola dengan baik yaitu :

  1. Dapat terjadi pencemaran tanah
  2. Penurunan kualitas udara dan air
  3. Dapat menyebabkan berbagai gangguan fungsi jaringan dan metabolism. Mulai dari sintesis haemoglobin darah, gangguan pada ginjal, sistem reproduksi, penyakit akut atau kronik sistem syaraf serta gangguan fungsi paru-paru
  4. Mempengaruhi kecerdasan seorang anak dapat menurun dua poin jika terdapat 10– 20 µg/dl Pb dalam dalam darahnya
  5. Kulit yang terkena air aki dapat menimbulkan rasa perih dan terbakar

aki

Aki Bekas Termasuk Limbah B3

Aki bekas yang dihasilkan dari proses produksi atau kegunaan sehari-hari dapat berkontribusi menimbulkan bahaya untuk kesehatan dan pencemaran lingkungan melalui kontaminasi terhadap air tanah, air permukaan, serta tanah, sehingga dikategorikan sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3).

Universal Eco melayani jasa pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang berasal dari berbagai jenis industri. Mulai dari pengangkutan, pengumpulan dan pengolahan dengan fasilitas serta teknologi yang telah memenuhi standar, limbah ini akan diolah sesuai peraturan yang berlaku. Mari Kelola limbahmu secara bertanggung jawab bersama Universal Eco.

Share :