Sering sisakan makanan di piringmu? Berhenti lakukan kebiasaan itu!
Sampah organik menjadi penyumbang terbesar dalam komposisi timbulan sampah di Indonesia, berdasarkan data dari Kata, di tahun 2019, komposisi sampah organik di Indonesia menjadi yang paling banyak, yakni mencapai 60% dan timbulan sampah organik di Indonesia 38%-nya disumbangkan dari aktivitas rumah tangga.

Dari 60% sampah organik, jika tidak dikelola dengan baik secara mandiri di rumah dan berakhir di TPA, akan menyumbang gas metana (CO4) yang terlepas ke udara dan mengakibatkan gas efek rumah kaca yang merusak atmosfer. Hal ini menjadi salah satu penyebab terjadinya perubahan iklim.
Salah satu cara yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah adalah komposting. Mengompos adalah proses alami di mana bahan organik diubah menjadi humus melalui dekomposisi oleh mikroorganisme. Kompos merupakan pupuk alami yang kaya akan nutrisi dan sangat bermanfaat untuk kesuburan tanah. Meski terlihat sederhana, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan proses pengomposan berjalan dengan baik.
Baca Juga: 5 Cara Sederhana Mengurangi Jejak Karbon
Hal-hal yang Harus Dilakukan Saat Mengompos
Mengompos yang benar adalah kunci untuk menghasilkan kompos berkualitas tinggi yang bermanfaat untuk tanaman dan tanah. Berikut adalah beberapa tips penting agar kegiatan mengompos kamu mampu menghasilkan kualitas kompos yang baik:
- Pilih Lokasi yang Tepat
Pemilihan lokasi proses pengomposan perlu dipertimbangkan. Kompos akan jauh lebih baik ditempatkan di ruang terbuka dan langsung menyentuh tanah juga tempatkan pada area yang terkena sinar matahari. Hal ini dilakukan untuk menghindari timbulnya bau dari proses pengomposan.
- Ketahui Jenis Sampah yang Bisa Dikompos
Dalam pengomposan, sampah organik dikategorikan lagi menjadi 2 jenis (sampah hijau dan sampah coklat), berikut penjelasan lengkapnya:
- Sampah Hijau: bahan komposter yang kaya akan nitrogen dan protein. Berperan panaskan tumpukan kompos & bantu mikroorganisme cepat berkembang biak. Contoh jenis sampah hijau: sisa buah, sisa sayur, cangkang telur, rumput, daun segar, ampas teh dan kopi.
- Sampah Coklat: bahan komposter yang kaya akan karbon atau karbohidrat. Berperan sebagai sumber makanan bagi organisme tanah, bersama mikroba akan mengurai kompos. Contoh jenis sampah coklat: daun kering, ranting, serbuk gergaji, batang jagung, jerami, dahan.
Untuk mendapatkan hasil kompos yang terbaik idealnya, gunakan perbandingan 3 bagian bahan coklat dengan 1 bagian bahan hijau untuk menjaga keseimbangan karbon dan nitrogen.
Setelah menambahkan sampah sesuai perbandingan idealnya, jangan lupa kompos untuk tetap diaduk dan disiram secukupnya lalu bisa ditambahkan dengan zat tertentu agar hasilnya maksimal. Dalam waktu 4-6 minggu, kompos dapat dipanen. Rentang waktu tersebut dapat tergantung dari sampah yang digunakan, ukuran sampah, dan frekuensi mengaduk. Dengan mengompos, kita telah berupaya mengurangi sampah berakhir masuk ke tempat pembuangan sampah.
- Menghindari Bahan-bahan yang Tidak Bisa Dikompos
Dalam prosesnya, kompos tidak bisa dicampur dengan berbagai produk hewani (daging, tulang, susu), minyak, lemak, bahan kimia, atau bahan anorganik seperti plastik dan logam. Hal ini dilakukan agar kompos terhindar dari:
- Bau tidak sedap
- Hama dan serangga
- Potensi penyakit
- Proses pengomposan yang lebih lambat
About Universal Eco
Universal Eco adalah perusahaan pengelola limbah yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Misi kami adalah membantu mewujudkan Indonesia bebas limbah dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penerapan ekonomi sirkular bagi bisnis dan industri. Dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, Universal Eco dapat melayani berbagai jenis kebutuhan pengelolaan limbah domestik dan B3 (Bahan Beracun & Berbahaya) yang bersumber dari area komersil, industri, dan fasilitas layanan kesehatan.
Layanan kami adalah
- Extended Producer Responsibility
- B3 Packaging Cleaning & Plastic Recycling
- Hazardous Waste Management
- Medical & Pharmaceutical Waste Treatment
- Zero Waste Treatment
- Secure Data & Destruction
- Jasa Pengelolaan Oli Bekas & Oil Sludge
Ingin informasi terkait lingkungan dan limbah bisa kunjungi kami di website atau instagram kami. Bersama Universal Eco mari wujudkan Indonesia bebas limbah, siap mengelola limbahmu secara bertanggung jawab.





