Dampak Sampah Plastik Terhadap Lingkungan & Manusia

Sampah plastik menjadi menjadi penyumbang terbesar kedua dalam total sampah tahunan Indonesia, yaitu sebesar 14% dari 64 juta ton sampah. Tentu saja bahaya sampah plastik menjadi mengkawatirkan. Nah, memangnya dampak sampah plastik terhadap lingkungan dan manusia itu apa sih? Yuk simak tulisan ini selengkapnya!

 

Dampak Sampah Plastik

Tahukah kamu bahwa pada mulanya penggunaan plastik merupakan langkah mengurangi ketergantungan manusia terhadap penggunaan kertas. Kertas bahan bakunya dari pohon, kalau konsumsinya meningkat otomatis jumlah pohon yang ditebang semakin banyak.

Di sinilah plastik memainkan perannya, plastik dapat dipakai berulang-ulang dalam jangka waktu yang super lama. Tapi, sama seperti api. Kalau cuma sedikit dan digunakan dengan bijak, plastik jadi kawan. Namun yang terjadi justru sebaliknya, penggunaannya tak terkontrol, mulai dari plastik sekali pakai untuk bawa barang belanjaan sampai perabotan rumah tangga. Hal tersebut telah membawa bahaya atau dampak menjadi hal yang perlu ditangani dengan baik.

 

Dampak Sampah Plastik Bagi Kesehatan

Sudah pernah nonton film dokumenter yang berjudul “Plastic In The Air” belum? Iya kamu gak salah baca kok, plastik memang terdapat dalam udara yang kita hirup sehari-hari! Bahkan ilmuwan memperkirakan manusia menghirup 11 partikel plastik perjamnya.

Mikroplastik ini terbentuk akibat benda buatan manusia yang mengandung plastik pecah menjadi potongan yang lebih kecil, kurang dari 5 millimeter. Meskipun tak terasa, terdapat dampak sampah plastik yang sangat serius akibat menghirup mikroplastik ini. Di antaranya yaitu merusak jaringan paru-paru, menyebabkan kanker dan asma. Belum lagi kalau tercampur zat kimia dan zat kontaminan lainnya sehingga memicu perubahan hormon manusia.

 

Dampak Sampah Plastik Bagi Lingkungan

Teman-teman pastinya sudah sering baca berita menumpuknya sampah di lautan atau sepanjang pantai kan? Iya itu bukan hoax loh. Faktanya 90% sampah yang mengapung di lautan itu plastik, secara global bahkan 73% sampah di sepanjang pantai itu plastik! Nah, kalau sudah begini gimana nasib ekosistem dan biota laut? Apalagi kita turut mengkonsumsi ikan laut. Lautnya tercemar, ikannya makan plastik dan kita juga konsumsi ikan tersebut.

 

Sebuah studi tentang dampak sampah plastik di laut yang dipublikasi pada jurnal Environmental Science and Technology menyatakan bahwa setidaknya manusia mengkonsumsi 39-52 ribu mikroplastik dalam setahun. Seafood yang terkontaminasi mikroplastik apabila dikonsumsi dapat membahayakan sistem imun dan keseimbangan saluran pencernaan.

 

 

Solusi Mengurangi Dampak Sampah Plastik

Kita sudah melihat dampak yang ditimbulkan dari penggunaan plastik yang masif yaitu mikroplastik yang tersebar dalam ekosistem makhluk hidup. Air mineral dalam kemasan dibungkus plastik, perabotan rumah tangga dari plastik, makan seafood terkontaminasi mikroplastik, menghirup udara yang sudah tercemar juga dengan mikroplastik. Sepertinya kehidupan manusia tidak dapat terhindar dari mikroplastik.

 

Nah, salah satu tips untuk mengurangi dampak sampah plastik bagi lingkungan adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti diet plastik. Misalnya:

 

1. Tidak minum dari botol plastik.

Kenapa? Karena dalam botol plastik terdapat mikrofiber yang merupakan tipe dari mikroplastik yang paling sering ditemukan. Mikroplastik lainnya ditemukan pada sedotan plastik yang kita gunakan.

  1. Kantong plastik belanjaan
  2. Tempat makan dari styrofoam
  3. Sedotan plastik
  4. Bubble wrap dari kemasan

 

2. Memulai zero waste lifestyle

Zero waste lifestyle adalah gaya hidup yang minim (atau sama sekali menolak) untuk menggunakan bahan sekali pakai. Contoh barang sekali pakai yang sering kita jumpai sehari-hari adalah: Oleh karena itu, membawa tas belanjaan sendiri adalah salah satu upaya untuk memulai mengadopsi zero waste lifestyle.

 

Khusus masyarakat Jakarta, gaya hidup zero waste coba didorong oleh pemerintah dengan melarang penggunaan kantong plastik di pasar swalayan dan tempat perbelanjaan lainnya mulai 1 Juli 2020. Larangan itu tertuang dalam Pergub / Peraturan Gubernur nomor 142 tahun 2019.

 

Universal Eco memiliki misi untuk membantu mewujudkan Indonesia bebas limbah dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penerapan ekonomi sirkular bagi bisnis dan industri. Tentu saja salah satunya adalah pengelolaan sampah plastik. Bersama Universal Eco, kita menjaga lingkungan kita dari pencemaran limbah plastik dan kemasan.

 

About Universal Eco

Universal Eco adalah perusahaan pengelola limbah yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Misi kami adalah membantu mewujudkan Indonesia bebas limbah dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penerapan ekonomi sirkular bagi bisnis dan industri. Dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, Universal Eco dapat melayani berbagai jenis kebutuhan pengelolaan limbah domestik dan B3 (Bahan Beracun & Berbahaya) yang bersumber dari area komersil, industri, dan fasilitas layanan kesehatan.

Layanan kami adalah

  1. Extended Producer Responsibility
  2. B3 Packaging Cleaning & Plastic Recycling
  3. Hazardous Waste Management
  4. Medical & Pharmaceutical Waste Treatment
  5. Zero Waste Treatment
  6. Secure Data & Destruction
  7. Jasa Pengelolaan Oli Bekas & Oil Sludge

Ingin informasi terkait lingkungan dan limbah bisa kunjungi kami di website atau instagram kami. Bersama Universal Eco mari wujudkan Indonesia bebas limbah, siap mengelola limbahmu secara bertanggung jawab.

Share :