Pengertian
Etching atau etsa merupakan suatu metode pengikisan bahan logam dengan cara merendamnya ke dalam larutan asam kuat. Proses etching umumnya membuang material tertentu dari permukaan material utama dalam hal ini adalah logam, dengan kata lain sering digunakan untuk membuat desain tertentu pada permukaan logam. \
Baca Juga : Tar Batubara dan Pengelolaan Limbah B3
Hasil cetakan dengan menggunakan metode etching ini bersifat:
- Permanen
- Tahan lama
- Memberikan desain gambar/tulisan yang detail
Beberapa jenis logam yang digunakan dalam proses etching adalah sebagai berikut:
- Magnesium
- Baja
- Tembaga
- Aluminium
- Stainless
- Kuningan
Jenis Proses Etching
Proses etching dibagi menjadi dua jenis, diantaranya:
- Proses etching basah (wet etching): Dilakukan pada fasa cair dengan penggunaan etchants (bahan kimia yang digunakan dalam proses etching). Logam kemudian direndam di dalam bahan kimia atau etchants. Proses secara wet etching ini merupakan yang paling sederhana, tetapi memiliki kekurangan yaitu dapat ikut mengikis bahan lain yang diperlukan pada permukaan logam.
- Proses etching kering (dry etching): Dilakukan pada fasa plasma dengan menggunakan reaksi kimia dari campuran gas reaktif yang sesuai. Insulasi berbasis plasma menggunakan daya frekuensi radio untuk menggerakkan reaksi kimia. Kelebihan proses secara dry etching menggunakan bahan kimia dengan jumlah yang lebih sedikit dan mudah untuk dikendalikan. Sedangkan kekurangannya adalah terdapat beberapa gas yang bersifat toksik dan memerlukan peralatan khusus yang harganya cukup mahal.
Perbedaan wet etching dan dry etching adalah sebagai berikut:
- Penggunaan bahan kimia cair untuk wet etching dan gas untuk dry etching
- Wet etching lebih berpotensi menghasilkan pencemaran air
- Dry etching menggunakan bahan kimia dengan jumlah yang lebih sedikit
- Dry etching memerlukan peralatan khusus sehingga harganya lebih mahal
Tahapan Proses Etching
Secara singkat, tahapan proses etching adalah sebagai berikut:
- Membuat film atau klise
- Melapisi logam dengan lapisan yang peka terhadap cahaya
- Pengeringan logam yang sudah dilapisi (coating)
- Proses etching
Hal yang Perlu Diperhatikan
Beberapa variasi yang perlu diperlukan dalam proses etching diantaranya:
- Variasi arus yakni 0,09 A; 0,12 A; 0,15 A; 0,30 A dan 0,35 A
- Variasi waktu yaitu 60 menit, 90 menit, 120 menit, 150 menit dan 180 menit
- Variasi komposisi larutan yaitu 6,67%,; 8,33%; 10%; 11,67% dan 13,33%
Metode Ecthing Menghasilkan Limbah B3
Penggunaan metode etching umumnya terjadi secara kimiawi di mana menggunakan bahan kimia di dalamnya, sehingga limbah yang dihasilkan dari proses ini termasuk kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Limbah B3 yang dihasilkan dari metode etching adalah waste etching solution dengan kode limbah B321-7 dan Residu dari proses etching dengan kode limbah B349-2.
Baca Juga : Cara dan Waktu Penyimpanan Limbah B3
Pengelolaan Limbah B3 dari Ecthing
Pengelolaan limbah B3 dari metode etching perlu dilakukan dengan hati-hati dan mempertimbangkan aspek lingkungan. Dengan pengelolaan limbah yang baik, diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari limbah B3 terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.
Universal Eco melayani jasa pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang berasal dari berbagai jenis industri. Mulai dari pengangkutan, pengumpulan dan pengolahan dengan fasilitas serta teknologi yang telah memenuhi standar, limbah ini akan diolah sesuai peraturan yang berlaku. Universal Eco melayani 200+ kode limbah yang dapat dikelola secara bertanggung jawab.
Ingin informasi terkait lingkungan dan limbah bisa kunjungi kami di website atau instagram kami. Bersama Universal Eco mari wujudkan Indonesia bebas limbah, siap mengelola limbahmu secara bertanggung jawab






