Penyebab pencemaran lingkungan berasal dari berbagai sumber seperti limbah industri, pertanian, rumah tangga, transportasi dan lain-lain. Polutan yang terdapat dalam lingkungan dapat mengakibatkan kerusakan pada lingkungan dan kesehatan manusia. Salah satu alternatif untuk menguranginya adalah dengan menerapkan fitoremediasi.
Pengertian
Fitoremediasi atau phytoremediation adalah proses penggunaan tanaman untuk membersihkan atau menghilangkan polutan yang terdapat dalam tanah, air, maupun udara.
Baca Juga : Pencemaran Udara dan Penanggulangannya
Fitoremediasi adalah salah satu metode yang efektif dan ramah lingkungan dalam mengatasi masalah pencemaran lingkungan. Dengan memanfaatkan tanaman sebagai alat untuk membersihkan lingkungan, diharapkan dapat membantu menjaga kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan. Namun, untuk mencapai hasil yang optimal, diperlukan penelitian yang cermat dan dukungan dari berbagai pihak.
Polutan yang dimaksud dapat terdiri dari:
- Logam berat
- Amonia
- Total Suspended Solid (TSS)
- Besi (Fe)
- Tembaga (Cu)
- Bahan organik dan anorganik lainnya seperti pelarut, bahan peledak, minyak mentah dan turunannya
Fitoremediasi memanfaatkan tanaman sebagai alat untuk membersihkan lingkungan dari polutan. Tanaman yang digunakan dalam fitoremediasi biasanya memiliki kemampuan untuk menyerap polutan dari lingkungan dan mengubahnya menjadi senyawa yang tidak berbahaya.
Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menerapkan fitoremediasi:
- Pemilihan jenis tanaman yang sesuai
- Kondisi lingkungan yang sesuai
- Lokasi yang tercemar
- Jenis pencemar atau polutan yang tercemar di lokasi tersebut
- Waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan hasil yang optimal

Jenis Tanaman Untuk Fitoremediasi
Jenis tanaman yang bisa digunakan untuk proses fitoremediasi harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Tumbuh dengan cepat pada kondisi lingkungan yang toksik
- Dapat mengkonsumsi air dengan jumlah yang banyak dan waktu yang singkat
- Dapat meremediasi (membersihkan tanah, air dan udara yang tercemar) lebih dari satu jenis polutan
- Memiliki tingkat resistensi yang tinggi terhadap polutan
- Memiliki sistem perakaran yang cukup panjang
Berikut ini beberapa tanaman yang dapat digunakan untuk proses fitoremediasi:
- Tanaman rempah seperti Thlaspi Caerulescens, Brassica Juncea, dan Helianthus annuus
- Tanaman berkayu seperti Salix spp dan Populus spp
- Tanaman dari genus Brassica
- Rumput India (Sorghastrum nutans L.) dan beberapa jenis rerumputan lainnya
- Pacar Air (Impatiens balsamina L.)
- Nanoscale zero valent iron (nZVI)
- Kolonjono (Brachiaria mutica)
- Bayam, kangkung, gulma dan eceng gondok
- Tanaman air lainnya
Kelebihan Fitoremediasi
- Menggunakan bahan yang alami dan ramah lingkungan, sehingga tidak menimbulkan efek samping yang merugikan lingkungan
- Tidak mengganggu kehidupan ekosistem lain di sekitarnya tetapi memberikan nilai lebih melalui estetika
- Lebih murah dan efisien dibandingkan dengan metode lainnya seperti penggalian atau pengangkutan tanah yang tercemar
- Dapat menjangkau area yang lebih luas jika dibandingkan dengan metode konvensional lainnya
Kekurangan Fitoremediasi
- Membutuhkan waktu yang relatif lama hingga tahunan
- Beberapa polutan mungkin tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, terutama jika konsentrasinya sangat tinggi
Proses Fitoremediasi
Proses fitoremediasi adalah sebagai berikut:
Phytoextraction
Suatu proses tumbuhan yang menarik zat kontaminan dari media atau lokasi yang tercemar sehingga terakumulasi di sekitar akar tumbuhan atau tersalurkan ke bagian tumbuhan lainnya seperti daun dan batang. Setelah tanaman fitoremediasi tumbuh dan berkembang di lokasi yang tercemar, tanaman tersebut akan dicabut untuk selanjutnya dilakukan proses pembakaran menggunakan insinerator.
Proses ini sangat baik digunakan pada media yang tercemar oleh limbah yang mengandung unsur Mn, Hg, Cu, Cr, Cd, Ni, Pb dan Zn.
Baca Juga : Fasilitas Pengendalian Pencemaran Udara dan Limbah yang Dihasilkan
Rhizofiltration
Suatu proses penyerapan atau adsorpsi zat kontaminan melalui akar sehingga membentuk suatu lapisan tipis (film) pada permukaannya. Mekanisme proses ini mirip dengan mekanisme Phytoextraction, yang membedakannya yakni proses ini memiliki media tercemar yang berlokasi di badan perairan.
Rhizofiltration diaplikasikan dengan cara menanam tanaman fitoremediasi di atas permukaan badan air tercemar, atau dengan cara air yang tercemar disalurkan ke sebuah media rumah kaca dimana tanaman fitoremediasi dapat tumbuh dengan optimal. Ketika akar tanaman dirasa sudah cukup menampung zat tercemar, tanaman fitoremediasi diambil kemudian dibakar dengan alat insenerator.
Phytostabilization
Proses untuk mentransformasi polutan di dalam tanah tanpa menyerap polutan tersebut terlebih dahulu ke dalam bagian tanaman fitoremediasi. Mekanisme ini umumnya digunakan di area reklamasi. Sifat tanaman fitoremediasi pada mekanisme phytostabilization yang mampu mencegah kontaminan tertransport oleh proses erosi air permukaan memberikan nilai tambah pada mekanisme fitoremediasi ini.
Phytodegradation
Proses untuk menguraikan zat kontaminan yang memiliki rantai molekul yang kompleks dengan bantuan enzim. Enzim yang digunakan pada proses ini adalah nitrodictase, laccase, dehalogenase dan nitrilase. Proses berlangsung di seluruh bagian tumbuhan mulai dari akar, batang dan daun. Proses ini cocok diaplikasikan untuk menanggulangi pencemar dari herbisida dan pencemar klorin.
Rhizodegradation
Proses penguraian zat kontaminan melalui aktivitas mikroba di sekitar akar tumbuhan. Mekanisme pada proses ini bekerja lebih lambat jika dibangingan dengan proses phytodegradation karena terdapat pengaruh dari kinerja mikroba yang bersimbiosis.
Phytovolatilization
Proses kerja terjadi pada bagian atas tumbuhan yaitu daun melalui proses transpirasi.
About Universal Eco
Universal Eco adalah perusahaan pengelola limbah yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Misi kami adalah membantu mewujudkan Indonesia bebas limbah dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penerapan ekonomi sirkular bagi bisnis dan industri.
Dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, Universal Eco dapat melayani berbagai jenis kebutuhan pengelolaan limbah domestik dan B3 (Bahan Beracun & Berbahaya) yang bersumber dari area komersil, industri, dan fasilitas layanan kesehatan.
Layanan kami adalah
- Extended Producer Responsibility
- B3 Packaging Cleaning & Plastic Recycling
- Hazardous Waste Management
- Medical & Pharmaceutical Waste Treatment
- Zero Waste Treatment
- Secure Data & Destruction
- Jasa Pengelolaan Oli Bekas & Oil Sludge
Ingin informasi terkait lingkungan dan limbah bisa kunjungi kami di website atau instagram kami. Bersama Universal Eco mari wujudkan Indonesia bebas limbah, siap mengelola limbahmu secara bertanggung jawab.





