Jenis dan Contoh Limbah Domestik

Pengertian Limbah Domestik

Limbah domestik merupakan suatu zat atau bahan buangan yang berasal dari kegiatan sehari-hari. Bersumber dari kawasan rumah tangga, komersil, pendidikan, budidaya dan fasilitas masyarakat diluar unit pengolahan seperti tempat rekreasi.

 

Limbah Domestik - Universaleco

 

Pengkategorian Berdasarkan Wujudnya

Berdasarkan wujudnya terbagi menjadi dua jenis yaitu limbah cair dan padat. Penjelasan terkait cair dan padat dapat dilihat dibawah ini.

 

Limbah Domestik Cair

Merupakan limbah berwujud cair yang sifatnya selalu berpindah mengikuti suatu ruang. Limbah ini secara umum berasal dari kegiatan sehari-hari masyarakat seperti bekas cuci baju, bekas mandi, sisa kotoran manusia, hingga sisa makanan yang berwujud cair.

Contoh limbah cair antara lain:

  1. sabun mandi
  2. minyak
  3. detergen
  4. pembersih lantai

Mengingat sifat limbah cair ini yang mudah terlarut menyebabkan pengelolaan perlu dilakukan sejak dini untuk menghindari adanya kerusakan lingkungan lebih cepat.

 

Limbah Domestik Padat

Terdapat berbagai macam yang termasuk padat yaitu

Limbah Organik

Memiliki sifat yang mudah terurai oleh mikroorganisme dimana wujudnya dapat berubah bentuk atau keras. Kandungannya ini biasanya berasal dari bahan-bahan biologis yang terdapat unsur karbon (C) dalam bentuk karbohidrat sehingga rantai senyawa pada limbah ini tidak terlalu kompleks.

Rantai senyawa yang mudah untuk diurai menjadikan limbah ini mudah untuk dilakukan pengelolaan lebih lanjut untuk meningkatkan nilai ekonomi seperti pembuatan pupuk kompos, biogas, produk kerajinan, dan lain-lain. Adapun contoh-contohnya yaitu:

  1. Limbah Makanan
    Dapat berasal dari sisa bahan untuk memasak, pasca konsumsi, bahan kedaluwarsa, seperti sisa sayuran, biji buah, tulang ikan, buah-buahan, cangkang kerang, nasi, dan sebagainya. Faktanya limbah domestik ini telah menjadikan Indonesia masuk ke dalam peringkat ke-2 penghasil limbah makanan di dunia dengan kuantitas 39,8% dari total limbah yang dihasilkan dan kerugian hingga 551 triliun rupiah.

    Selain itu, tanpa disadari limbah organik ini juga memicu kenaikan gas metana di udara sehingga laju perubahan iklim pun dapat meningkat

  2. Limbah peternakan dan pertanian
    Contoh dari limbah domestik ini seperti kulit hewan untuk produksi-produksi, kotoran hewan, sayur mayur yang tidak layak untuk dikonsumsi, buah-buahan yang telah membusuk, dan sebagainya. Teruntuk buah-buahan dan sayur mayur yang terbuang begitu saja tanpa adanya proses lebih lanjut biasanya dikatakan sebagai food loss.

 

Limbah Anorganik

Limbah domestik ini pada umumnya dikatakan “Sampah”, dimana sifatnya sulit terurai sehingga membutuhkan waktu hingga berpuluh-puluh hingga ratusan tahun. Hal tersebut disebabkan karena rantai senyawanya yang kompleks dan cenderung tidak memiliki unsur karbon di dalamnya.

Oleh karena itu, limbah padat domestik ini diperlukan pengelolaan yang menggunakan teknologi kompleks. Meskipun pengelolaannya yang cukup rumit namun limbah tersebut memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Adapun contoh-contoh limbah padat domestik berjenis anorganik, yaitu:

  1. Limbah kaca. Berasal dari produk berbahan kaca seperti figura, akuarium, lemari, kaca rumah, jendela, dan lain-lain.
  2. Limbah kertas.Berasal dari kegiatan pendidikan maupun perkantoran dimana sifatnya yang mudah hancur. Limbah padat domestik yang satu ini memiliki jumlah yang tak kalah banyaknya dengan limbah makanan. Mengingat produknya yang fungsional menjadikan limbah yang satu ini menjadi penunjangan kehidupan masyarakat.
  3. Limbah plastik.Menurut data dari Advisor Research Management UNDP Indonesia, limbah padat domestik yang satu ini tidak terkelola hingga 6,8 juta ton pertahun atau setara dengan 61%. Hal ini disebabkan oleh tingginya sifat konsumtif dan ketergantungan masyarakat akan plastik.
  4. Limbah pakaian. Limbah domestik ini secara umum terbuang begitu saja di TPA hingga jumlahnya mencapai 92 juta ton dan menyumban 10% total emisi karbon.

 

Limbah Padat Berbahaya dan Beracun

Secara umum limbah jenis ini dihasilkan dari industri, namun di kawasan masyarakat pun tidak dapat terhindari. Limbah padat domestik berbahaya dan beracun ini terdiri dari limbah medis hasil isolasi mandiri seperti masker, jarum suntik, dan kain kasa, maupun limbah farmasi seperti obat-obatan kedaluwarsa, limbah elektronik merupakan salah satu limbah pada B3 domestik.

 

Limbah Domestik - Universaleco

 

Untuk E-waste sendiri mengandung berbagai macam material berbahaya dan beracun, seperti logam berat, PVC, PcB, dan sebagainya. E-waste atau sampah elektronik mempunyai dampak buruk untuk kesehatan dan lingkungan jika sudah tidak terpakai lama dan tersimpan dirumah. Dengan mengkategorikan E-waste dirumah dan memilih badan atau perusahaan yang memiliki izin dan berpengalaman dalam mengelola E-waste dari penjemputan, penyimpanan dan sampai pengelolaan.

Universal Eco hadir dengan menyediakan fasilitas pengelolaan E-waste yang bersumber dari masyarakat yang diberi nama Patron.

 

Universal Eco Hadir Menjawab dalam Pengelolaan Limbah 

Universal Eco adalah perusahaan pengelola limbah yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Misi kami adalah membantu mewujudkan Indonesia bebas limbah dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penerapan ekonomi sirkular bagi bisnis dan industri. Dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, Universal Eco dapat melayani berbagai jenis kebutuhan pengelolaan limbah domestik dan B3 (Bahan Beracun & Berbahaya) yang bersumber dari area komersil, industri, dan fasilitas layanan kesehatan.

Layanan kami adalah :

  1. Extended Producer Responsibility
  2. B3 Packaging Cleaning & Plastic Recycling
  3. Hazardous Waste Management
  4. Medical & Pharmaceutical Waste Treatment
  5. Zero Waste Treatment
  6. Secure Data & Destruction
  7. Jasa Pengelolaan Oli Bekas & Oil Sludge

Ingin informasi terkait lingkungan dan limbah bisa kunjungi kami di website atau instagram kami. Bersama Universal Eco mari wujudkan Indonesia bebas limbah, siap mengelola limbahmu secara bertanggung jawab.

Share :