Limbah Industri berdasarkan wujudnya
Limbah Industri merupakan suatu sisa-sisa zat buangan yang berasal dari kegiatan masukan atau input, proses, hingga output sebuah industri. Memiliki karakteristik dan klasifikasi yang berbeda-beda sehingga diperlukan penanganan yang tepat. Jika tidak maka permasalahan lingkungan kian meningkat dan secara langsung maupun tidak langsung mengganggu keseimbangan ekologis dan kesehatan manusia, tumbuhan, hewan.
Baca Juga : Pengelolaan Limbah Industri
Berdasarkan wujudnya dikelompokkan menjadi tiga yaitu cair, gas, dan padat.
Limbah Industri Cair
Berwujud cair yang biasanya berasal dari proses pembilasan kemasan atau alat-alat produksi, buangan produk minuman yang tidak sesuai dengan standar kualitasnya, maupun proses produksi yang menggunakan air.
Kandungan yang terdapat pada tergantung pada bahan-bahan yang digunakan selama produksi berlangsung, ada limbah cair yang mudah dinetralisir dan ada juga yang sulit diolah karena kandungannya yang berbahaya.
Contohnya antara lain:
- sisa pewarna tekstil, makanan dan minuman
- cairan pengawet
- bahan-bahan pelarut kimia
Seluruh limbah tersebut diperlukan proses pengolahan terlebih dahulu pada Instalasi Pengolahan Air Limbah sebelum dilakukan pembuangan ke saluran air seperti sungai atau selokan yang berakhir di lautan maupun air tanah.
Teknologi pengolahan adalah kunci kelestarian lingkungan. Teknologi yang dipilih dan dioperasikan perlu disesuaikan dengan karakteristik limbah cair itu sendiri seperti kekeruhan, warna, bau, kandungan COD, kandungan DO, kandungan BOD, pH, konduktivitas, dan sebagainya.
Apabila telah mengetahui masing-masing karakteristik dari parameter tersebut , maka dapat dilakukan penerapan pengolahan baik secara fisika, kimia, maupun biologi.

Limbah Industri Padat
Merupakan yang berasal dari aktivitas pengolahan atau tempat umum. Limbah industri ini terdiri dari limbah organik dan limbah anorganik, dimana tidak hanya berwujud keras saja melainkan dapat berupa gumpalan-gumpalan dengan tekstur liat seperti lumpur atau bubur.
Limbah ini tidak diperbolehkan terbuang begitu saja, dikarenakan volumenya yang mampu memenuhi air permukaan maupun mengurangi daya serap air ke dalam tanah dan sifatnya yang sulit terurai oleh mikroorganisme. Oleh sebab itu diperlukan pengolahan yang tepat, baik dengan prinsip daur ulang maupun pemusnahan menggunakan insinerator.
Dengan prinsip daur ulang, nilai ekonomis dapat ditambah. Namun, diperlukan proses lebih lanjut dengan menggunakan teknologi yang memadai. Sedangkan dengan insinerator, tingkat efektifitas dalam mengurangi timbulan limbah padat sangat tinggi namun dengan biaya yang tinggi.
Contoh dari limbah industri padat antara lain:
Limbah Industri Berwujud Gas
Limbah industri gas merupakan hasil buangan industri dengan bentuk molekul gas dimana tidak dapat terlihat secara langsung namun tetap berdampak besar terhadap kesehatan dan lingkungan. Kandungan limbah gas ini bersifat kimiawi dan partikulat dengan jangkauan yang luas.
Pengelolaan lebih lanjut pada limbah gas, seperti metode desulfurisasi menggunakan filter basah diperlukan untuk mengurangi partikulat, bau, dan kandungan kimia pada limbah.
Contoh Limbah gas yang dihasilkan dari industri antara lain:
- partikel debu
- karbon monoksida
- nitrogen oksida
- sulfur oksida
- metana
- ammonia
- hidrogen fluorida
- klorin
Dimana sumber berasal dari proses pembakaran, kebocoran gas, atau proses produksi produk bertekanan.
Universal Eco hadir melayani Pengelolaan Limbah B3 yang berasal dari berbagai jenis industri. Limbah B3 dapat menimbukan dampak negatif yang serius bagi lingkungan jika tidak ditangani dengan baik. Universal Eco menawarkan pengangkutan, pemanfaatan, dan pengolahan limbah B3 yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan agar pencemaran lingkungan dari bahan berbahaya dapat dihindari.





