Indonesia, sebagai negara maritim, menghasilkan limbah cangkang kerang dalam jumlah besar setiap tahunnya. Limbah ini banyak ditemukan di kawasan pesisir, terutama yang memiliki aktivitas tinggi di sektor perikanan dan kuliner laut.
Sayangnya, sebagian besar limbah cangkang kerang hanya dibuang begitu saja, menyebabkan pencemaran dan bau tak sedap. Padahal, jika dikelola dengan tepat, cangkang kerang memiliki potensi besar sebagai bahan tambahan dalam pembuatan beton ramah lingkungan.

Cangkang kerang tersusun dari kalsium karbonat (CaCO₃)—senyawa yang juga banyak digunakan dalam industri semen. Kandungan ini menjadikan cangkang kerang sebagai alternatif alami dan murah untuk menggantikan sebagian material konvensional seperti pasir, semen, atau agregat halus dalam beton. Penggunaan ini tak hanya mengurangi limbah, tetapi juga membantu menekan emisi karbon dari industri konstruksi.
Baca Juga: Sludge IPAL – Pengertian, Karakteristik, dan Pengolahannya
Berbagai studi telah dilakukan untuk menguji potensi cangkang kerang dalam campuran beton. Penelitian oleh Universitas Diponegoro (2023) menunjukkan bahwa beton dengan campuran 5–15% bubuk cangkang kerang masih memenuhi standar kekuatan struktural untuk bangunan ringan. Bahkan dalam beberapa kasus, beton dengan campuran cangkang kerang menunjukkan daya tahan yang lebih baik terhadap air laut—menjadikannya ideal untuk infrastruktur di wilayah pesisir.
Selain itu, penelitian dari Universitas Hasanuddin (2024) mengungkapkan bahwa agregat kasar yang diganti dengan cangkang kerang dapat meningkatkan durabilitas beton terhadap korosi. Hal ini membuka peluang besar untuk digunakan pada dermaga, pelabuhan, atau infrastruktur kelautan lainnya.
Proses Pengolahan Cangkang Kerang Menjadi Material Beton
Pengolahan limbah cangkang kerang untuk digunakan dalam beton terdiri dari beberapa tahap:
- Pengumpulan dan Pembersihan
Limbah kerang dibersihkan dari sisa-sisa organik untuk menghindari bau dan pembusukan. - Pengeringan dan Penggilingan
Cangkang dikeringkan dan digiling menjadi bubuk halus atau dihancurkan sesuai ukuran agregat yang diinginkan. - Pencampuran dengan Material Beton
Bubuk atau pecahan cangkang dicampur bersama semen, pasir, dan air sesuai komposisi beton yang dirancang.
Menggunakan cangkang kerang dalam beton membawa berbagai keuntungan:
- Mengurangi volume limbah organik di pesisir
- Menurunkan kebutuhan material tambang (pasir & batu)
- Mengurangi emisi karbon dari industri semen
- Membuka peluang usaha baru berbasis ekonomi sirkular
- Mendorong riset dan inovasi material lokal
Meski menjanjikan, penerapan beton berbahan cangkang kerang masih menghadapi beberapa kendala:
- Kurangnya standar teknis nasional untuk penggunaan limbah kerang dalam konstruksi.
- Belum tersedianya rantai pasok yang terstruktur dari limbah kerang ke industri konstruksi.
- Perlu adanya edukasi dan pelatihan bagi pelaku industri tentang manfaat dan teknis penggunaannya.
Pemanfaatan limbah cangkang kerang sebagai bahan tambahan beton adalah langkah nyata menuju konstruksi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Ini bukan hanya solusi untuk limbah pesisir, tetapi juga inovasi penting dalam mengurangi jejak karbon sektor konstruksi di Indonesia. Dengan dukungan riset lanjutan dan regulasi yang tepat, cangkang kerang bisa menjadi material masa depan dalam pembangunan yang lestari.
Universal Eco Hadir Menjawab Tantangan dalam Mengelola Limbah B3
Universal Eco adalah perusahaan pengelola limbah yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Misi kami adalah membantu mewujudkan Indonesia bebas limbah dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penerapan ekonomi sirkular bagi bisnis dan industri.
Dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, Universal Eco dapat melayani berbagai jenis kebutuhan pengelolaan limbah domestik dan B3 (Bahan Beracun & Berbahaya) yang bersumber dari area komersil, industri, dan fasilitas layanan kesehatan.
Layanan kami adalah
- Extended Producer Responsibility
- B3 Packaging Cleaning & Plastic Recycling
- Hazardous Waste Management
- Medical & Pharmaceutical Waste Treatment
- Zero Waste Treatment
- Secure Data & Destruction
- Jasa Pengelolaan Oli Bekas & Oil Sludge
Ingin informasi terkait lingkungan dan limbah bisa kunjungi kami di website atau instagram kami. Bersama Universal Eco mari wujudkan Indonesia bebas limbah, siap mengelola limbahmu secara bertanggung jawab.
Sumber:
- Universitas Diponegoro, 2023. “Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang sebagai Substitusi Agregat Halus dalam Beton.”
- Universitas Hasanuddin, 2024. “Uji Ketahanan Beton Berbasis Limbah Kerang Terhadap Lingkungan Laut.”
- ResearchGate, 2023. “The Use of Seashell Waste in Concrete: Mechanical and Environmental Aspects.”
- Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman (Puskim) – Kementerian PUPR, 2023.
- Mongabay Indonesia, 2024. “Limbah Kerang Disulap Jadi Material Bangunan Ramah Lingkungan.”





