Merkuri dan Pengelolaan Limbah B3

merkuri

Pengertian Merkuri

Merkuri atau Raksa (dalam bahasa Latinnya Hydrargyrum, air/cairan perak) merupakan salah satu unsur kimia yang pada tabel periodik mempunyai simbol Hg dan nomor atom 80. Unsur golongan logam transisi ini merupakan logam yang ada secara alami, satu-satunya logam yang pada suhu kamar berwujud cair.

Raksa merupakan logam yang sangat berat, berwarna keperakan, berupa cairan tak berbau dan mengkilap. Unsur golongan logam transisi ini berwarna keperakan dan merupakan satu dari lima unsur (bersama cesium, fransium, galium, dan brom) yang berbentuk cair dalam suhu kamar, serta mudah menguap.

Baca Juga : Larutan Asam : Pengertian, Ciri dan Pengelolaannya

 

Sifat dan Kegunaan Merkuri

Secara umum logam ini mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :

  1. Berwujud cair pada suhu kamar (25oC) dengan titik beku paling rendah sekitar -39oC, sehingga mudah menyebar di permukaan air dan sulit dikumpulkan.
  2. Masih berwujud cair pada suhu 396oC. Pada temperatur 396oC ini telah terjadi pemuaian secara menyeluruh.
  3. Merupakan logam yang paling mudah menguap jika dibandingkan dengan logam yang lain.
  4. Tahanan listrik yang dimiliki sangat rendah, sehingga menempatkan merkuri sebagai logam yang sangat baik untuk menghantarkan daya listrik.
  5. Dapat melarutkan bermacam-macam logam untuk membentuk alloy yang disebut dengan amalgam.
  6. Merupakan unsur yang sangat beracun bagi semua makhluk hidup, baik itu dalam bentuk unsur tunggal (logam) ataupun dalam bentuk persenyawaan

Penggunaannya dapat dijumpai diberbagai pelaratan, contohnya sebagai berikut

  1. Peralatan thermometer dan barometer
  2. Pompa difusi
  3. Lampu uap merkuri
  4. Sakelar merkuri dan alat-alat elektronik lainnya.
  5. Digunakan dalam kosmetik
  6. Pestisida,
  7. Industri soda kaustik dan produksi gas khlor
  8. Sebagai bahan pembuatan gigi buatan (bahan amalgam gigi)
  9. Baterai dan masih banyak lagi

merkuri

Bahaya Merkuri Untuk Kesehatan

Terdapat beberapa bahaya yang dihasilkan merkuri untuk kesehatan sebagai berikut

Terhirup

Agen Proteksi Lingkungan di Amerika Serikat atau United States Environmental Protection Agency (EPA) menyebutkan beberapa bahaya dari menghirup merkuri.

  1. Tremor.
  2. Insomnia.
  3. Sakit kepala.
  4. Respons saraf berubah.
  5. Masalah emosional, seperti mood swing, mudah marah, grogi, terlalu pemalu.
  6. Gangguan sensasi tubuh.
  7. Hasil tes fungsi mental yang menurun.
  8. Gagal pernapasan.
  9. Kerusakan ginjal.

Tertelan

  1. gastritis atau radang lambung,
  2. maag
  3. perdarahan pada saluran cerna,
  4. diare,
  5. sembelit,
  6. muntah,
  7. peradangan mukosa rongga mulut,
  8. urine berkurang,
  9. penumpukan cairan di tubuh,
  10. mual,
  11. bingung, dan
  12. lelah.

Terkena Kulit

  1. ruam kulit,
  2. dermatitis,
  3. kulit mengelupas, serta
  4. mati rasa dan kebas pada kaki, tangan, dan sekitar mulut.

Merkuri termasuk Limbah B3

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2001 tentang Bahan Berbahaya dan Beracun, Merkuri termasuk kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dengan karakteristik beracun, karsinogenik dan berbahaya bagi lingkungan. Merkuri termasuk kategori sangat beracun berdasarkan uji pada rat dengan LD50 sebesar 37 mg/kg.

Baca Juga : Fasilitas Pengendalian Pencemaran Udara dan Limbah yang Dihasilkan

Universal Eco melayani jasa pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang berasal dari berbagai jenis industri. Kami melayani berbagai macam kode limbah yang dapat dikelola secara bertanggung jawab.

Dengan menggunakan teknologi insinerator Rotary Kiln ramah lingkungan dalam proses pengolahan limbah B3. Insinerator jenis ini memiliki manfaat mengurangi massa atau volume limbah dan menghancurkan patogen berbahaya. Hasil sisa bottom ash dan fly ash dari insinerator ditangani secara bertanggung jawab.

Share :