Pengertian Minyak Pelumas
Mesin digunakan sebagai salah faktor penting dalam proses produksi diberbagai macam sektor industry. Mesin yang digunakan tanpa henti membuat komponen mesin menimbulkan panas ketika saling bergesekan dan untuk mengurangi efek dari gesekan tersebut dibutuhkan minyak pelumas.
Baca Juga : Proses Anodizing – Pengertian dan Limbah yang Dihasilkan
Pelumasan adalah suatu sistem atau rangkaian pada mesin dimana pelumas ditampung, disedot, disaring, kemudian didistribusikan secara menyeluruh ke setiap bagian mesin. Sistem ini dibuat dengan memperhitungkan beberapa fungsi. Sistem ini bekerja sebagai pendingin komponen mesin dan membilas kotoran yang menempel pada komponen mesin sehingga mesin dapat bekerja lebih baik.
Jenis Minyak Pelumas
Pada umumnya terdapat dua jenis minyak pelumas, yaitu

Mineral Base Oil
Mineral base oil terbuat dari minyak mentah (crude oil) yang telah melewati proses pemurnian. Performa dari mineral base oil ini tergantung pada tingkat kemurnian. Pada mineral base oil ini ukuran molekul yang digunakan tidak konsisten sehingga menimbulkan endapan dan kekuatan film yang rendah.
Synthetic Oil
Memiliki molekul yang lebih konsisten, tingkat kemurniannya tinggi sehingga menimbulkan performa yang lebih baik dan panjang.
Baca Juga : Residu : Pengertian, Jenis, dan Pengelolaan Limbahnya
Fungsi Minyak Pelumas
- Mampu membersihkan kotoran yang terdapat pada bagian tertentu dan sela-sela antar bagian.
- Mengurangi gesekan atau mengontrol gesekan antara dua permukaan logam yang saling menempel. Berkat adanya pelumas, maka pergerakan logam akan semakin lancar.
- Mengurangi keausan logam pada mesin
- Minyak Pelumas yang mengisi celah-celah mesin tentu saja menjadi sarana perapat agar tidak terjadi kebocoran gas.
- Memberikan proteksi atau hambatan terhadap reaksi yang menyebabkan korosi
- Meredam panas ketika ada 2 logam yang saling bergesekan dalam jangka waktu lama.
- Memperpanjang usia peralatan karena pelumas secara efektif dapat memperkecil terjadinya korosi sehingga komponen juga menjadi lebih awet.
Minyak Pelumas Bekas Termasuk Limbah B3
Minyak Pelumas bekas yang dihasilkan pada proses produksi dapat berkontribusi menimbulkan pencemaran lingkungan melalui kontaminasi terhadap air tanah, air permukaan, serta tanah, sehingga dikategorikan sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3) dengan kode limbah B105d.
Universal Eco melayani jasa pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang berasal dari berbagai jenis industri. Kami melayani berbagai macam kode limbah yang dapat dikelola secara bertanggung jawab.
Dengan menggunakan teknologi insinerator Rotary Kiln ramah lingkungan dalam proses pengolahan limbah B3. Insinerator jenis ini memiliki manfaat mengurangi massa atau volume limbah dan menghancurkan patogen berbahaya. Hasil sisa bottom ash dan fly ash dari insinerator ditangani secara bertanggung jawab.





