Pengertian
Penyamakan kulit adalah proses perbaikan karakteristik kulit mentah yang mudah rusak menjadi kulit olahan (leather) yang lebih stabil, awet dan tahan lama. Proses ini menggunakan kulit mentah hewan seperti:
- Kambing
- Domba
- Sapi
- Kerbau
- Kuda
- Rusa
- Kelinci
- Dan lain sebagainya

Jenis
2 (dua) jenis penyamakan kulit adalah sebagai berikut:
- Penyamakan kulit berbulu: Mempertahankan bulu kulit hewan tetap ada
- Penyamakan kulit tidak berbulu: Menghilangkan bulu yang ada di kulit hewan
Kulit mentah memiliki karakteristik mudah membusuk, sedangkan kulit yang telah melalui proses penyamakan cenderung lebih awet dan mudah dibentuk.
Baca Juga: Limbah Industri Percetakan dan Pengelolaannya
Beberapa kerajinan yang dihasilkan dari proses penyamakan kulit yaitu:
- Tas
- Jaket
- Sabuk
- Lukisan
- Dompet
- Dan lain-lain
Tahapan
Berikut ini merupakan tahapan proses penyamakan kulit:
A. Persiapan (Curing)
Pada tahap ini dilakukan proses pengawetan yaitu penggaraman kulit. Proses ini dapat mengurangi kadar air sekaligus membunuh bakteri yang terdapat pada kulit. Dua jenis proses penggaraman yaitu:
- Welt-salting: Penaburan garam lalu dipres menggunakan alat selama 30 hari
- Brine–curing: Pengadukan kulit mentah dalam kolam berisi larutan air garam selama 16 jam
B. Pre-tanning (Beamhouse)
Tahapan ini adalah proses persiapan kulit mentah untuk masuk ke tahap tanning. Dilakukan penghilangan beberapa komponen alami kulit misalnya sisa tulang, lemak dan lain sebagainya. Beberapa proses beamhouse adalah sebagai berikut:
- Perendaman (Soaking): Proses menghilangkan garam dan peningkatan kadar air dengan penambahan bahan kimia seperti biosida
- Pengapuran (Liming): Penambahan cairan kapur untuk menghilangkan minyak, bulu, rambut dan keratin lainnya serta memperjelas serat kulit
- Pelepasan bulu dan rambut (Unhairing and scudding): Penambahan bahan kimia seperti sodium hidroksida, kalsium hidrosulfit dan lain sebagainya untuk melepaskan bulu dan rambut
- Pembuangan kapur (deliming) dan bating: Menurunkan derajat keasaman atau pH kolagen dengan menghilangkan cairan kapur yang masih menempel
- Pengasaman (Pickling): Menurunkan pH kolagen hingga titik paling rendah dengan menambahkan asam kuat seperti asam sulfat
C. Penyamakan (Tanning)
Tahapan tanning merupakan tahapan utama dalam proses penyamakan kulit yaitu mengubah kulit hasil pre-tanned menjadi leather. Beberapa jenis proses ini adalah:
- Penyamakan dengan mineral/logam
- Penyamakan nabati
- Penyamakan sintetis
- Penyamakan minyak
- Penyamakan kombinasi
D. Selecting
Tahapan ini adalah menghilangkan kelebihan air dari proses sebelumnya serta kulit dikelompokkan berdasarkan dengan kualitasnya. Beberapa jenis kulit yang dihasilkan adalah aniline, suede, nubuck dan lain sebagainya.
E. Dressing
Beberapa tahapan pada proses dressing adalah sebagai berikut:
- Shaving: Menyeragamkan ketebalan
- Dyeing: Pewarnaan kulit
- Re–tanning: Modifikasi karakteristik
- Setting: Penghilangan kadar air
- Drying: Pengeringan
- Trimming: Penghalusan bagian tertentu
F. Finishing
Tahapan terakhir ini menggunakan kombinasi perlakukan pelapisan dengan beberapa Teknik, diantaranya:
- Padding
- Buffing
- Spraying
- Staking
- Roller coating
- Embossing
- Dan lain-lain
Limbah Industri Penyamakan Kulit Termasuk Limbah B3
Tanpa disadari, dari tahapan proses penyamakan kulit ini menghasilkan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) karena menggunakan bahan kimia di dalamnya. Beberapa limbah B3 yang dihasilkan dari proses ini adalah sebagai berikut:
- A334-1 Asam kromat bekas
- A334-2 Tanning liquor mengandung Cr
- A334-3 Limbah degreasing yang mengandung pelarut
- B334-1 Limbah dari proses tanning dan finishing
- B334-2 Limbah dari proses dressing
- B334-3 Sludge IPAL
Pengelolaan Limbah Industri Penyamakan Kulit
Universal Eco melayani jasa pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang berasal dari berbagai jenis industri. Limbah B3 dapat menimbukan dampak negatif yang serius bagi lingkungan jika tidak ditangani dengan baik. Universal Eco melayani jasa pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang berasal dari berbagai jenis industri.
Dengan menggunakan teknologi insinerator Rotary Kiln ramah lingkungan dalam proses pengolahan limbah B3. Insinerator jenis ini memiliki manfaat mengurangi massa atau volume limbah dan menghancurkan patogen berbahaya. Hasil sisa bottom ash dan fly ash dari insinerator ditangani secara bertanggung jawab.
About Universal Eco
Universal Eco adalah perusahaan pengelola limbah yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Misi kami adalah membantu mewujudkan Indonesia bebas limbah dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penerapan ekonomi sirkular bagi bisnis dan industri. Dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, Universal Eco dapat melayani berbagai jenis kebutuhan pengelolaan limbah domestik dan B3 (Bahan Beracun & Berbahaya) yang bersumber dari area komersil, industri, dan fasilitas layanan kesehatan.
Layanan kami adalah
- Extended Producer Responsibility
- B3 Packaging Cleaning & Plastic Recycling
- Hazardous Waste Management
- Medical & Pharmaceutical Waste Treatment
- Zero Waste Treatment
- Secure Data & Destruction
- Jasa Pengelolaan Oli Bekas & Oil Sludge
Ingin informasi terkait lingkungan dan limbah bisa kunjungi kami di website atau instagram kami. Bersama Universal Eco mari wujudkan Indonesia bebas limbah, siap mengelola limbahmu secara bertanggung jawab.





