Pewarna dan pigmen sering digunakan dalam kegiatan produksi di industri atau di kehidupan sehari-hari. Namun nyatanya terdapat perbedaannya, berikut adalah pembahasan lengkap berserta limbah yang dihasilkan keduanya.
Baca Juga : Asam Nitrat dan Pengelolaan Limbahnya
Pengertian Pewarna
Pewarna (dyestuffs) umumnya mempunyai struktur kimia yang mirip dengan struktur kimia pewarna alami serta bersifat mudah menyerap di dalam air. Zat ini memiliki partikel yang cukup halus sehingga banyak diaplikasikan pada kertas dan kain karena lebih mudah menyerap di dalam produk tersebut. Selain itu, pewarna memberikan hasil warna yang cukup terang sehingga cocok digunakan untuk mewarnai berbagai macam produk, diantaranya:
- Kertas
- Tekstil
- Rambut
- Dan lain sebagainya

Pengertian Pigmen
Pigmen (pigment) merupakan padatan organik atau partikulat yang memiliki warna serta bersifat tidak mudah larut di dalam air. Pigmen berbentuk bubuk yang mirip dengan tepung halus atau kerikil berukuran kecil. Zat ini tidak mudah terserap di dalam kertas sehingga tidak cocok digunakan pada proses pewarnaan (percetakan) kertas.
Baca Juga : Fasilitas Pengendalian Pencemaran Udara dan Limbah yang Dihasilkan
Selain itu, pigmen memberikan hasil warna yang kurang terang tetapi memiliki hasil pewarnaan yang lebih tahan lama karena tidak terpengaruh oleh media tempat mereka bergabung. Pigmen banyak digunakan untuk mewarnai:
- Cat
- Tinta
- Plastik
- Kosmetik warna
- Dan lain sebagainya
Persamaan dan Perbedaan Pewarna dan Pigmen
Persamaan
Persamaannya adalah sebagai berikut:
- Zat yang memberikan warna pada suatu produk
- Dapat terbentuk secara alami atau buatan (sintetis)
- Dapat diaplikasikan di dalam berbagai sektor atau industri seperti tekstil, cat dan lain-lain
Perbedaan
Pada dasarnya keduanya merupakan zat yang memberikan warna pada suatu produk tetapi memiliki perbedaan sebagai berikut:
- Ukuran molekul pewarna sangat kecil sedangkan pigmen relatif lebih besar
- Pewarna mudah larut di dalam air dan terserap kertas sedangkan pigmen tidak mudah larut di dalam air dan tidak terserap kertas
- Jenis Senyawa, Pewarna bersifat organik sedangkan pigmen bersifat organik dan anorganik
- Afinitas, Pigmen tidak memiliki afinitas langsung terhadap produk/bahan sedangkan pewarna sebaliknya
- Pengikat, Pewarna tidak membutuhkan zat pengikat sedangkan pigmen membutuhkan zat pengikat
- Penyerapan, Pigmen berdisfusi pada kain sementara pewarna menyebar di kain
- Ketahanan Warna, Pigmen umumnya memiliki warna yang tidak mudah pudar dibandingakn dengan pewarna dikarenakan sulit bagi sinar matahari dan bahan kimia untuk bereaksi sedangkan pewarna adalah sebaliknya
- Waktu Pengeringan, Waktu pengeringan pewarna terbilang cukup lama dibandingkan pigmen yang lebih mudah kering
Limbah Pewarna dan Pigmen Dikategorikan Sebagai Limbah B3
Kedua ini merupakan zat kimia yang mengandung logam berat yang memiliki dampak negatif terhadap lingkungan maupun kesehatan manusia. Limbah yang mengandung logam berat ini dikategorikan sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dengan kode limbah A322-3. Oleh karena itu, limbah jenis ini harus dikelola berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Universal Eco melayani jasa pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang berasal dari berbagai jenis industri dengan 200+ kode limbah B3.





