Sudah bertahun-tahun lamanya, sampah selalu menjadi salah satu permasalahan yang paling disorot di dunia karena dampak negatifnya terhadap kehidupan alam dan manusia. Baca Juga : 4 Keuntungan Memilah Sampah Organik dan Anorganik

Pengertian Sampah
Menurut World Health Organization atau WHO selaku badan kesehatan dunia, sampah adalah barang yang dihasilkan dari kegiatan manusia dan sudah tidak digunakan lagi dalam artian tidak disenangi, tidak dipakai, ataupun memang ingin dibuang.
Sejumlah lembaga swadaya masyarakat / NGO berskala kecil hingga global hingga pemerintah negara terus memproduksi solusi yang terbaik untuk pengelolaan sampah yang terus bertambah setiap tahunnya. Salah satu solusi terbaik yang terus dikampanyekan sejak tahun 2004, yakni 3R Initiatives (Reduce, Reuse, Recycle).
Meskipun berjalan secara efektif, kampanye global ini selalu terkendala dari sebuah faktor yang erat kaitannya dengan kehidupan manusia yakni sampah organik dari sampah rumah tangga. KLHK RI pun melansir 60 % sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir berasal dari sampah organik. Lalu, bagaimana seharusnya pengelolaan yang dapat meminimalkan sampah organik ini
Apa itu Sampah Organik?
Sebelum masuk kepada poin pengelolaan ada baiknya untuk memahami apa itu sampah organik. sampah alami atau sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa mahkluk hidup yang mudah terurai secara alami maupun dengan campur tangan manusia.
Sampah organik ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu :
- Sampah organik kering : Tidak memiliki kandungan air besar dan cenderung lebih lama terurainya. Contohnya seperti daun-daun kering atau ranting pohon.
- Sampah organik basah memiliki karakteristik kandungan air yang cukup tinggi. Jenis ini mudah membusuk dan terurai secara alami karena kelembapannya yang tinggi. Misalnya seperti sampah rumah tangga yaitu sisa makanan, sayuran dan buah-buahan atau kotoran manusia dan hewan.
Keuntungan Mengelola Sampah Organik
Tidak sedikit masyarakat yang lebih membiarkan sisa-sisanya untuk dibuang ke tempat penampungan akhir oleh petugas kebersihan di sekitaran tempat tinggal mereka. Padahal, jika dikelola secara mandiri, ada keuntungan tersendiri yang bisa masyarakat dapatkan.
Berbagai penyuluhan dan informasi terkait pengelolaannya kini bisa masyarakat dapatkan dengan mudah di situs-situs internet atau media sosial. Mulai dari pengelolaan berskala kecil seperti sampah rumah tangga hingga skala besar seperti limbah organik dari beberapa tempat seperti restoran, rumah sakit, dan sebagainya.
Adapun produk yang paling sederhana dalam pengelolaan secara mandiri diketahui seperti pembuatan pupuk kompos tanaman, pupuk kandang, atau pakan unggas dan ternak. Selain langkah pengelolaan sederhana, terdapat juga sejumlah penemuan pengelolaan yang mana dapat diolah menjadi kerajinan tangan hingga energi biogas.
Langkah-langkah pengelolaan sebelumnya tentu memiliki keuntungan sendiri ketika dapat diaplikasikan oleh Anda. Lalu, seperti apa keuntungan yang didapatkan dalam mengelolanya tersebut? Mari kita simak bersama di bawah ini!
1. Pengelolaan Sampah Organik Mengurangi Polusi Udara
Langkah pengelolaan secara sederhana ternyata dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam meminimalisasi polusi udara. Bukti nyatanya dapat Anda rasakan di sekitar tempat tinggal Anda yang aman dari bau tidak sedap. Untuk meminimalkan polusi udara di sekitar lingkungan Anda, Anda dapat membuat lubang biopori yang diisikan oleh sampah organik.
2. Suplai Energi
Sedikit menyinggung narasi pada beberapa paragraf di atas, pengelolaan dengan metode yang lebih advancedternyata bisa menghasilkan sumber energi yang baru untuk kehidupan. Beberapa diantaranya seperti pengolahan kotoran ternak atau kotoran manusia menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan untuk suplai listrik dan gas memasak.
3. Pendapatan Sampingan
Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa sampah ini dapat menjadi sebuah produk yang menghasilkan pendapatan tambahan selain mengelola sampah anorganik seperti plastik, kaleng atau besi. Selain biogas yang sebelumnya disebutkan, melalui pemanfaatan sampah organik seperti sisa makanan, tumbuhan, dan kotoran ternak, Anda dapat memproduksi pupuk homemade buatan Anda bahkan untuk mengisi produk pengolahan sampah kekiniaan yakni ecobrick. Tidak hanya bisa dijual kembali, Anda pun dapat membangun bisnis kecil-kecilan seperti menjual sayur melalui kebun Anda hingga menjual furnitur berbahan dasar ecobrick.
Tentang Universal Eco
Universal Eco adalah perusahaan pengelola limbah yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Misi kami adalah membantu mewujudkan Indonesia bebas limbah dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penerapan ekonomi sirkular bagi bisnis dan industri. Dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, Universal Eco dapat melayani berbagai jenis kebutuhan pengelolaan limbah domestik dan B3 (Bahan Beracun & Berbahaya) yang bersumber dari area komersil, industri, dan fasilitas layanan kesehatan.
Layanan kami adalah
- Extended Producer Responsibility
- Pencucian Kemasan B3 & Daur Ulang Plastik
- Pengolahan Limbah B3
- Pengolahan Limbah Medis & Farmasi
- Zero Waste Treatment
- Secure Data & Destruction
- Jasa Pengelolaan Oli Bekas & Oil Sludge
Ingin informasi terkait lingkungan dan limbah bisa kunjungi kami di website atau instagram kami. Bersama Universal Eco mari wujudkan Indonesia bebas limbah, siap mengelola limbahmu secara bertanggung jawab.





