Pengeboran Minyak Bumi dan Pengelolaan Limbah B3

pengeboran

Pengertian

Pengeboran minyak bumi adalah proses pengambilan minyak dari permukaan bumi melalui sumur dan pipa. Minyak bumi merupakan produk akhir dari dekomposisi bahan organik yang telah mengalami panas dan tekanan geologis reservoir.

Baca Juga: Pengelolaan Limbah B3 Industri Deterjen

 

Kegunaan dari proses ini adalah sebagai berikut:

  1. Distribusi secara sederhana melalui pupa yang tertanam di dalam permukaan bumi
  2. Sebagai bahan baku pembangkit listrik

 

Alat Pengeboran Minyak Bumi

Peralatan yang digunakan dalam proses pengeboran ini diantaranya:

  1. Shale shaker: Memisahkan stek (padatan besar) dari lumpur (cairan pengeboran)
  2. Degasser: Setelah proses pemisahan padatan dan cairan, gas yang terperangkap dikeluarkan seperti metana, karbon dioksida, hidrogen sulfida dan lain-lain
  3. Pembersih lumpur: Lumpur yang tebal disekitar mata bor dibersihkan menggunakan alat ini

pengeboran

 

Jenis Pengeboran Minyak Bumi

Beberapa jenis tersebut berdasarkan:

Tujuannya

  1. Eksplorasi: Mengetahui di suatu cekungan terdapat minyak bumi atau tidak
  2. Deliniasi: Mengetahui penyebaran reservoir, batas dan ketebalannya
  3. Eksploitasi: Reservoir yang dikuras untuk menghasilkan minyak bumi

 

Lokasinya

  1. Darat (onshore): Lokasi pengeboran dilakukan di daratan (bisa dataran tinggi atau rendah)
  2. Lepas pantai (offshore): Dilaksanakan pada wilayah perairan seperti laut, danau dan lain sebagainya

 

Bentuk lubang

  1. Lurus atau straight hole drilling hingga mencapai titik target
  2. Berarah atau directional drilling seperti membelokkan pipa ke target yang tidak lurus dengan permukaan

 

Proses Pengeboran Minyak Bumi

Proses ini secara umum terdiri dari:

  1. Pengeboran ke dasar akuifer air tawar kemudian bor ditarik untuk membuang lumpur pengeboran
  2. Masukkan pipa baja ke dalam lubang bor untuk melindungi akuifer kemudian semen dipompa sampai keluar melalui bukaan di bagian bawah
  3. Dilanjutkan pengeboran sampai kedalaman sekitar 6.000 kaki atau lebih dari 1.500 meter atau disesuaikan dengan kondisi wilayahnya
  4. “Selubung produksi” dimasukkan ke seluruh lubang sumur
  5. Proses pengeboran selesai dan dapat dimulai untuk mengambil minyaknya

 

Limbah Lumpur bor Menghasilkan Limbah B3

Lumpur bor dapat berupa fluida berbusa dan gas bertekanan. Di dalam prosesnya, lumpur bor yang telah menjadi limbah dapat terkontaminasi dengan minyak. Oleh karena itu, limbah yang dihasilkan ini dikategorikan sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dengan kode limbah B330-1 “Limbah lumpur bor berbahan dasar oil base dan/atau synthetic oil.

Baca Juga: Minyak Pelumas dan Pengolahan Limbahnya

 

Pengelolaan Limbah B3 dari Proses Pengeboran

Pengelolaan limbah B3 perlu dilakukan dengan hati-hati dan mempertimbangkan aspek lingkungan. Dengan pengelolaan limbah yang baik, diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari limbah B3 terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

Universal Eco melayani jasa pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang berasal dari berbagai jenis industri. Mulai dari pengangkutan, pengumpulan dan pengolahan dengan fasilitas serta teknologi yang telah memenuhi standar, limbah ini akan diolah sesuai peraturan yang berlaku. Universal Eco melayani 200+ kode limbah yang dapat dikelola secara bertanggung jawab.

Ingin informasi terkait lingkungan dan limbah bisa kunjungi kami di website atau instagram kami

Share :