Pengertian
Industri deterjen hadir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bentuk deterjen sendiri dapat berupa cair, pasta dan bubuk yang mengandung konstituen bahan aktif berupa surfaktan atau surface active agents.
Baca Juga: Pengelolaan Limbah B3 Industri Kayu

Perjalanan pembuatan deterjen adalah sebagai berikut:
- Pertama kali menggunakan bahan kimia natrium lauril sulfat (NSL) tetapi proses produksinya mahal sehingga diganti dengan bahan kimia lain
- Bahan kimia lain yang dikembangkan adalah alkil benzena sulfonat (ABS) tetapi memiliki dampak negatif terhadap lingkungan yaitu busa yang dihasilkan mengganggu kehidupan biota air
- Dikembangkan bahan kimia lainnya yaitu linear alkil sulfonat (LAS) yang tidak menimbulkan busa pada air Sungai tetapi membentuk fenol yang merupakan bahan kimia beracun
Bahan Aditif
Bahan aditif adalah bahan yang ditambahkan ke dalam suatu produk berupa:
- Abrasive: Kalsit, felspar dan pasir
- Acids: Asam asetat, asam sitrat, asam hidroklorida, asam fosfat dan asam sulfat
- Alkalis: Amonium hidroksida, natrium karbonat, natrium hidroksida dan natrium silikat
- Dan lain sebagainya
Jenis
Berdasarkan kandungan senyawa organik, deterjen terdiri dari beberapa jenis, diantaranya:
- Anionik: Biasa digunakan untuk mencuci kain
- Kationik: Berfungsi sebagai pelembut
- Nonionik: Hampir membersihkan semua jenis kotoran
- Amfoterik: Berguna untuk mencuci alat rumah tangga
Sedangkan jenis deterjen berdasarkan kegunaannya adalah sebagai berikut:
- Pencuci kain
- Pencuci piring
- Pembersih peralatan rumah tangga
- Pembersih industri
- Pembersih gigi
- Pelembut kain
Limbah B3 Industri Deterjen
Pada industri ini diperlukan bahan kimia sebagai bahan baku pendukung. Oleh karena itu, limbah yang dihasilkan dari proses produksinya dikategorikan sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Beberapa limbah B3 yang dihasilkan dari industri deterjen adalah sebagai berikut:
- A341-1 Residu produksi dan konsentrat
- A341-2 Konsentrat yang tidak memenuhi spesifikasi teknis dan kedaluwarsa
- A341-3 Heavy alkylated hydrocarbon
- B341-1 Filter dan absorban bekas
- B341-2 Sludge AlCl3 atau Sludge IPAL
Pengelolaan Limbah Industri Deterjen
Universal Eco melayani jasa pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang berasal dari berbagai jenis industri. Limbah B3 dapat menimbukan dampak negatif yang serius bagi lingkungan jika tidak ditangani dengan baik.
Universal Eco melayani jasa pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang berasal dari berbagai jenis industri. Dengan menggunakan teknologi insinerator Rotary Kiln ramah lingkungan dalam proses pengolahan limbah B3. Insinerator jenis ini memiliki manfaat mengurangi massa atau volume limbah dan menghancurkan patogen berbahaya. Hasil sisa bottom ash dan fly ash dari insinerator ditangani secara bertanggung jawab.
About Universal Eco
Universal Eco adalah perusahaan pengelola limbah yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Misi kami adalah membantu mewujudkan Indonesia bebas limbah dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penerapan ekonomi sirkular bagi bisnis dan industri. Dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, Universal Eco dapat melayani berbagai jenis kebutuhan pengelolaan limbah domestik dan B3 (Bahan Beracun & Berbahaya) yang bersumber dari area komersil, industri, dan fasilitas layanan kesehatan.
Layanan kami adalah
- Extended Producer Responsibility
- B3 Packaging Cleaning & Plastic Recycling
- Hazardous Waste Management
- Medical & Pharmaceutical Waste Treatment
- Zero Waste Treatment
- Secure Data & Destruction
- Jasa Pengelolaan Oli Bekas & Oil Sludge
Ingin informasi terkait lingkungan dan limbah bisa kunjungi kami di website atau instagram kami. Bersama Universal Eco mari wujudkan Indonesia bebas limbah, siap mengelola limbahmu secara bertanggung jawab.





