Proses Pickling dan Limbah B3 yang Dihasilkan

pickling

Pengertian

Pickling merupakan memberikan perlakuan terhadap permukaan logam dengan tujuan untuk menghilangkan:

  1. Kotoran atau noda
  2. Kontaminasi bahan anorganik seperti serbuk metal dan garam yang mengendap di permukaan metal
  3. Karat (rust remover) dari logam besi, tembaga dan aluminium

proses pickling

Proses Pickling

Proses picking itu sendiri adalah proses penghilangan lapisan oksida dari permukaan logam dengan dicelupkan ke dalam larutan asam. Jenis asam yang biasa digunakan adalah asam sulfat dan asam klorida.

Asam sulfat (H2SO4)

Asam sulfat merupakan jenis asam yang paling sering digunakan. Bersifat asam kuat, tidak berwarna dan tidak berbau yang memiliki beberapa kelebihan, diantaranya:

  1. Biaya lebih terjangkau
  2. Kandungan ion hidrogen dua kali lebih banyak
  3. Menghasilkan asap yang lebih sedikit
  4. Lebih efektif digunakan dalam proses ini

Sedangkan kekurangan dari asam sulfat yaitu dapat memberikan hasil permukaan logam yang lebih gelap terutama pada baja karbon tinggi.

Baca Juga : Asam Klorida dan Pengelolaan Limbah B3

Asam klorida (HCL)

Asam klorida juga termasuk asam kuat dan dapat digunakan pada proses pickiling dengan keunggulan sebagai berikut:

  1. Menghasilkan permukaan abu-abu cerah pada logam
  2. Mengurangi terjadinya over pickling (pengurangan kualitas logam karena pengikisan yang berlebihan oleh asam)
  3. Proses pencucian yang mudah karena memiliki kelarutan klorida yang cukup baik
  4. Relatif aman di dalam penggunaannya

Di samping itu, terdapat kelemahan dari asam klorida yaitu harga atau biaya yang lebih mahal.

Proses dapat dilakukan secara berkelanjutan (continuous pickling) dan bertahap (batch pickling). Industri galvanizing merupakan salah satu industri yang menerapkan proses ini karena bahan baku utama yang digunakan adalah logam.

Proses ini membutuhkan waktu antara 30 – 60 detik dan harus segera dibilas dengan air mengalir kemudian lanjut ke proses selanjutnya (electroplating). Disarankan agar tidak ada waktu jeda selama proses pickling-pembilasan-proses selanjutnya (electroplating). Hal ini dikarenakan proses pickling dapat memberikan dampak negatif berupa:

  1. Over pickling: Permukaan logam menjadi kasar karena pengikisan yang berlebihan, oleh karena itu waktu pickling dapat dipersingkat.
  2. Hydrogen embrittelement: Penetrasi atau perembesan hidrogen ke dalam logam dasar sehingga perlu ditambahkan inhibitor (zat yang menghambat laju reaksi kimia).
  3. Pitting: Korosi di permukaan logam yang membentuk lubang yang terjadi karena over pickling.
  4. Blistering: Gas yang terjebak di bawah permukaan dan dapat mengangkat lapisan diatasnya menjadi bintik hitam.

pickling

Proses Pickling Menghasilkan Limbah B3

Proses pickling umumnya terjadi secara kimiawi di mana menggunakan bahan kimia di dalamnya, sehingga limbah yang dihasilkan dari proses ini termasuk kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Baca Juga : Asam Oksalat dan Pengelolaan Limbah B3

Limbah B3 yang dihasilkan dari proses pickling antara lain:

  1. Larutan permanganat dengan kode limbah A317-2
  2. Residu asam dengan kode limbah A317-3
  3. Larutan asam dengan kode limbah A324-3

Pengelolaan Limbah B3 dari Proses Pickling

Pengelolaan limbah B3 dari proses pickling perlu dilakukan dengan hati-hati dan mempertimbangkan aspek lingkungan. Dengan pengelolaan limbah yang baik, diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari limbah B3 terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

Universal Eco melayani jasa pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang berasal dari berbagai jenis industri. Mulai dari pengangkutan, pengumpulan dan pengolahan dengan fasilitas serta teknologi yang telah memenuhi standar, limbah ini akan diolah sesuai peraturan yang berlaku. Universal Eco melayani 200+ kode limbah yang dapat dikelola secara bertanggung jawab, untuk list kode limbahnya bisa chek disini.

Dengan menggunakan teknologi insinerator Rotary Kiln ramah lingkungan dalam proses pengolahan limbah B3. Insinerator jenis ini memiliki manfaat mengurangi massa atau volume limbah dan menghancurkan patogen berbahaya. Hasil sisa bottom ash dan fly ash dari insinerator ditangani secara bertanggung jawab.

About Universal Eco

Universal Eco adalah perusahaan pengelola limbah yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Misi kami adalah membantu mewujudkan Indonesia bebas limbah dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penerapan ekonomi sirkular bagi bisnis dan industri. Dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, Universal Eco dapat melayani berbagai jenis kebutuhan pengelolaan limbah domestik dan B3 (Bahan Beracun & Berbahaya) yang bersumber dari area komersil, industri, dan fasilitas layanan kesehatan.

Layanan kami adalah

  1. Extended Producer Responsibility
  2. B3 Packaging Cleaning & Plastic Recycling
  3. Hazardous Waste Management
  4. Medical & Pharmaceutical Waste Treatment
  5. Zero Waste Treatment
  6. Secure Data & Destruction
  7. Jasa Pengelolaan Oli Bekas & Oil Sludge

Ingin informasi terkait lingkungan dan limbah bisa kunjungi kami di website atau instagram kami. Bersama Universal Eco mari wujudkan Indonesia bebas limbah, siap mengelola limbahmu secara bertanggung jawab.

Share :