Sebagai ibu kota dari Provinsi Sumatera Selatan, Palembang merupakan salah satu kota metropolitan dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Segala aktivitas dan dinamika di kota ini menjadikan perkembangan kota terus terjadi, baik kegiatan penduduk hingga pembangunan fisik kota.
Baca juga artikel lainnya : Penyimpanan Limbah B3 : Ketentuan
Kemajuan pesat yang terjadi membuat kesejahteraan penduduk kian terpenuhi. Namun, tidak dengan kesehatan lingkungannya. Kepadatan aktivitas manusia menjadikan kondisi kualitas lingkungan di Palembang mengalami penurunan yang signifikan.
Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah guna mencegah permasalahan kesehatan lingkungan di Palembang, mulai dari pendirian Instalasi Pengolahan Air Limbah secara terpadu, pengelolaan limbah B3, dan lain-lain.

Jenis Limbah B3 di Palembang
Dengan berbagai jenis usaha dan tingkat kependudukan yang tinggi, kota Palembang memproduksi berbagai jenis limbah B3.
Limbah B3 Berwujud Padat
Jenis limbah B3 di Palembang dengan wujud padat biasanya berasal dari kegiatan industri maupun fasilitas kesehatan.
Kegiatan industri yang dimaksud seperti produksi makanan, penggunaan suatu kemasan, produksi elektronik, hasil samping dari pengolahan limbah cair yaitu sludge maupun endapan lainnya, produk kedaluwarsa, dan produk yang tidak memenuhi spesifikasi.
Sedangkan, fasilitas kesehatan menghasilkan limbah seperti jarum suntik, masker bekas, infus bekas, kemasan obat-obatan, obat kedaluwarsa, baju hazmat, dan lain-lain.
Limbah B3 Berwujud Gas
Jenis limbah B3 di Palembang yang berwujud gas berupa materi partikulat di udara yang bersifat sebagai polutan. Jenis limbah ini dihasilkan dari aktivitas pembakaran maupun hasil penguapan kandungan-kandungan limbah B3.
Kawasan industri dan rumah tangga menjadi kontributor jenis limbah ini. Terlebih lagi maraknya pembakaran sampah B3 seperti elektronik tanpa memandang kawasan. Kemampuan limbah berwujud gas mampu menghasilkan risiko yang tinggi. Limbah gas memiliki sifat mudah menyebar, menempati setiap ruangnya, dan gaya tarik menarik antar partikel yang hampir tidak ada.
Limbah B3 Berwujud Cair
Sedangkan, jenis limbah B3 di Palembang yang berwujud cair dapat berasal dari kegiatan produksi makanan, minuman, baju, fasilitas pelayanan kesehatan dan lain-lain.
Contoh limbah B3 dengan wujud tersebut yaitu air limbah, zat cair berwarna, obat-obatan kedaluwarsa, dan lain-lain. Jenis limbah ini memiliki risiko yang hampir sama dengan jenis limbah berwujud gas. Limbah berwujud cair mudah menyebar dapat menyebabkan laju penurunan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Permasalahan Limbah B3 di Palembang
Lingkungan merupakan sumber daya alam yang berperan sebagai dasar kehidupan di bumi. Namun, semakin bertambahnya tahun, permasalahan lingkungan kerap terjadi akibat pengelolaan limbah B3 yang tidak bertanggung jawab. Permasalahan ini secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada kesejahteraan hidup nantinya.
Pencemaran Sungai Musi
Permukaan air Sungai Musi mengalami kenaikan akibat limpasan air dari hulu, air pasang di laut, dan intensitas air hujan yang tinggi. Faktor manusia pun turut berperan dalam hal ini.
Lonjakan Limbah Medis di Palembang
Selain permasalahan diatas, permasalahan lingkungan akibat limbah B3 di Palembang lainnya yaitu peningkatan limbah medis akibat lonjakan kasus positif COVID-19.
Ada lebih dari 162 kilogram limbah medis seperti masker, sarung tangan, dan infus yang terkumpul setiap bulan dari 41 puskesmas di kota Palembang. Palembang dengan jumlah penduduk kurang lebih 1,6 juta orang mampu menghasilkan kurang lebih 28 juta sampah masker selama satu tahun di masa pandemi ini.
Pencemaran Udara di Palembang
Permasalahan udara di Palembang juga kerap terjadi dan cukup serius dalam dekade terakhir ini. Berbagai sumber menjadi penyebab utama, salah satunya industri seperti PLTU, PLTD, power house, dan lain-lain. Parameter pencemaran ini adalah kandungan gas NO2, CO, SO2, Pb, CO2, NH3, dan HC (hidrokarbon).
Dampak Limbah B3 di Palembang
Setiap permasalahan yang terjadi di Palembang tentunya memiliki dampak sesuai kuantitas maupun kandungan limbah yang mencemari.
Krisis Air Bersih di Palembang
Kondisi air Sungai Musi kini telah berada di tahap mengkhawatirkan. Limbah yang berasal dari pabrik maupun masyarakat telah mencemari sungai sehingga tidak layak lagi untuk digunakan sebagai sumber air bersih.
Palembang yang dulu terkenal dengan kota air nyatanya mengalami krisis air bersih.
Perubahan Fisik Sungai Musi
Pembuangan limbah yang berlebihan menyebabkan kondisi fisik Sungai Musi seperti bau dan warna mengalami perubahan.
Sumber Penyakit
Zat yang terkandung pada limbah-limbah yang dibuang di perairan maupun tanah dapat berdampak pada timbulnya berbagai macam penyakit. Terlebih lagi dengan adanya kondisi lonjakan limbah medis akibat COVID-19. Hal ini mampu mempercepat rantai penyebaran virus tersebut.
Pentingnya Pengelolaan Limbah B3 di Palembang
Mengingat permasalahan akibat limbah B3 yang merata di Palembang membuat pemerintah daerah berfokus pada pengelolaan limbah B3 sejak dini. Selama pengelolaan berlangsung dibutuhkan kontribusi dari berbagai sektor, baik pelaku usaha maupun masyarakat.
Oleh karena itu, dibutuhkan upaya seperti mengurangi penggunaan bahan B3 atau pergantian sumber bahan baku pada setiap proses produksi ke bahan yang lebih ramah lingkungan.
Pentingnya Pengelolaan Limbah B3 di Palembang dengan Pihak Ketiga yang Berizin
Dalam proses pengelolaan limbah B3 seperti pengangkutan, pengolahan, dan lainnya, kerjasama dengan perusahaan limbah B3 yang memiliki izin sangat penting dilakukan. Perizinan merupakan suatu bentuk kepercayaan atas pengelolaan limbah B3 yang bertanggung jawab dengan dukungan beragam fasilitas sesuai peraturan yang berlaku.
Universal Eco sejak tahun 2013 hadir sebagai solusi permasalahan limbah B3 seperti limbah medis, limbah farmasi, maupun limbah lainnya di Palembang. Universal Eco juga beroperasi di 8 Provinsi lainnya seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Banten, dan Sumatera Utara.
Dalam setiap proses pengelolaan limbah B3, Universal Eco sebagai pengolah maupun pengangkut mampu menerbitkan catatan atau laporan alur limbah (manifest) pada aplikasi festronik. Sehingga pengelolaan limbah B3 dapat dipantau secara langsung, bertanggung jawab, aman, dan terpercaya. Selain itu, kami telah memiliki berbagai perizinan pengangkutan maupun pengolahan.
Dengan hadirnya teknologi ramah lingkungan di Universal Eco, diharapkan dapat menekan angka permasalahan lingkungan akibat limbah B3 di Indonesia khususnya kota Palembang.
Guna mendukung keberhasilan Indonesia bebas dari limbah, Universal Eco menghadirkan program pengelolaan limbah B3, pengelolaan limbah farmasi, pengelolaan limbah medis, pengelolaan limbah elektronik, dan Extended Producer Responsibility (EPR). Informasi lebih lanjut, kunjungi :





