Pengertian
Karbon disulfida atau ditiokarbonat anhidrida yang memiliki rumus kimia CS2 merupakan cairan dengan sifat sebagai berikut:
- Tidak berwarna namun jika terkena matahari berubah warna menjadi kekuningan
- Tidak berbau
- Mudah menyala dan terbakar
- Mudah menguap
- Larut dalam benzene, alkohol dan eter
- 0,014% terlarut dalam air

Proses Pembuatan
Karbon disulfida diproduksi dengan mereaksikan karbon atau arang (charcoal) dengan sulfur pada suhu yang sangat tinggi.
Baca Juga: Metanol dan Pengelolaan Limbahnya
Proses pembuatan CS2 diantaranya:
- Charcoal-Sulfur Process: Mereaksikan uap sulfur dengan arang pada suhu 750-900 derajat Celcius. Kelebihan dari proses ini adalah pembentukan H2S sedikit atau hampir tidak ada, sedangkan kekurangannya adalah menggunakan suhu operasi yang tinggi.
- Retort Process: Reaksi sulfur dan arang di dalam retort berbentuk tangki oval atau silinder berdiameter 1-3 m. Keunggulan proses ini adalah tidak ada produk samping karena di recovery menjadi sulfur, tetapi memiliki kelemahan yaitu suhu operasi yang juga tinggi.
- Electric Furnace Process: Mereaksikan sulfur dan charcoal di dalam electric furnace berbentuk tangki refraktori silinder berdiameter 5-10 m. Keistimewaan pada proses ini dapat digunakan untuk kapasitas besar tetapi listrik yang dikonsumsi cukup besar.
Bahaya Karbon Disulfida
Karbon disulfida adalah salah satu senyawa yang sering digunakan pada industri garmen, minyak dan gas. Paparan CS2 yang berlebihan kepada manusia dapat menyebabkan bahaya bagi kesehatan, yaitu:
- Pusing dan sakit kepala
- Mual dan muntah
- Hilang kesadaran dan kelumpuhan sentral
- Gangguan pendengaran dan penglihatan
- Gangguan kardiovaskuler, paru, saraf dan hormon
- Diabetes melitus
- Dan lain sebagainya
Beberapa industri dengan penggunaan karbon disulfida yang besar adalah yang paling rentan terpapar CS2, terutama pada proses:
- Produksi bahan rayon atau viscose dan selofan
- Pemrosesan minyak dan gas
- Industri kimia
- Industri pembuatan ban
Karbon Disulfida Bekas Termasuk Limbah B3
Karbon disulfida bekas yang dihasilkan pada proses produksi dapat berkontribusi menimbulkan bahaya untuk kesehatan dan pencemaran lingkungan melalui kontaminasi terhadap air tanah, air permukaan, serta tanah, sehingga dikategorikan sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3) dengan kode limbah A110b
Baca Juga: Kresol dan Pengelolaan Limbah B3
Universal Eco melayani jasa pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang berasal dari berbagai jenis industri. Kami melayani berbagai macam kode limbah yang dapat dikelola secara bertanggung jawab.
Dengan menggunakan teknologi insinerator Rotary Kiln ramah lingkungan dalam proses pengolahan limbah B3. Insinerator jenis ini memiliki manfaat mengurangi massa atau volume limbah dan menghancurkan patogen berbahaya. Hasil sisa bottom ash dan fly ash dari insinerator ditangani secara bertanggung jawab.





