Setiap musim kemarau, asap tebal dari karhutla (kebakaran hutan dan lahan) kembali menyelimuti sebagian wilayah Indonesia. Dari semua jenis kebakaran lahan, karhutla gambut adalah yang paling merepotkan karena apinya bisa terus menyala berhari-hari bahkan berminggu-minggu, dan asapnya jauh lebih pekat. Mengapa api di lahan gambut begitu sulit dipadamkan? Artikel ini membahas penyebab, dampak, dan cara pencegahannya.
Apa Itu Lahan Gambut dan Karhutla Gambut?
Gambut adalah tanah yang terbentuk dari timbunan sisa tumbuhan yang membusuk sangat lambat dalam kondisi tergenang air selama ribuan tahun. Karena itu, gambut kaya karbon dan menyimpan banyak air layaknya spons raksasa. Selama tetap basah, gambut aman. Masalah muncul ketika lahan dikeringkan melalui kanal atau parit: lapisan gambut mengering dan berubah menjadi bahan bakar yang mudah terbakar. Kebakaran di lahan seperti inilah yang disebut karhutla gambut.
Kenapa Api di Lahan Gambut Sulit Padam?
Ada beberapa alasan utama mengapa kebakaran lahan gambut jauh lebih sulit dikendalikan daripada kebakaran hutan biasa:
- Api membara di bawah tanah. Gambut terbakar tanpa nyala besar, merambat perlahan di lapisan bawah permukaan sehingga sulit terlihat dan dijangkau.
- Bahan bakar sangat tebal. Lapisan gambut bisa mencapai beberapa meter, sehingga api memiliki “makanan” yang berlimpah.
- Air tidak sampai ke sumber api. Siraman di permukaan sering tidak menembus gambut kering, sementara api tetap hidup di kedalaman.
- Api bisa muncul kembali. Meski permukaan tampak padam, bara di bawah tanah dapat menyebar lewat akar dan pori gambut lalu muncul di titik lain.

Kenapa Asap Karhutla Gambut Lebih Pekat?
Pembakaran gambut berlangsung pada suhu relatif rendah dan kekurangan oksigen, sehingga tergolong pembakaran tidak sempurna. Akibatnya, asap yang dihasilkan mengandung lebih banyak partikel halus (PM2.5), karbon monoksida, dan gas berbahaya lain dibandingkan kebakaran semak atau hutan biasa. Asap ini juga keluar terus-menerus dalam waktu lama dan cenderung mengendap dekat permukaan tanah, sehingga kualitas udara memburuk berhari-hari.
Penyebab Utama Kebakaran Lahan Gambut
Sebagian besar karhutla berkaitan dengan aktivitas manusia, terutama pembukaan lahan dengan cara membakar karena dianggap murah dan cepat. Faktor lain adalah drainase berlebihan yang menurunkan muka air gambut, serta musim kemarau panjang yang memperparah kekeringan. Satu percikan api saja sudah cukup untuk menyulut gambut yang kering. Perlu diingat, membuka lahan dengan cara membakar dilarang oleh peraturan perundang-undangan di Indonesia.
Baca Juga: Kota Paling Rawan Kekeringan di Indonesia
Kapan Karhutla Gambut Paling Rawan Terjadi?
Risiko meningkat pada puncak musim kemarau, terutama saat fenomena El Niño membuat curah hujan berkurang jauh dari biasanya. Pada kondisi ini, muka air gambut turun drastis dan lapisan atasnya sangat kering. Karena itu, kewaspadaan harus dimulai sebelum kemarau tiba, bukan setelah titik api muncul. Pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat perlu bekerja sama menyiapkan langkah pencegahan lebih awal.
Dampak Karhutla Gambut bagi Kesehatan dan Lingkungan
Dampak kebakaran gambut meluas jauh melampaui lokasi kejadian:
- Kesehatan. Asap memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, dan memperburuk asma, terutama pada anak-anak dan lansia.
- Iklim. Gambut menyimpan karbon dalam jumlah besar. Saat terbakar, karbon tersebut dilepas sebagai emisi gas rumah kaca.
- Ekosistem. Habitat satwa hilang, sementara tanah dan air tercemar abu serta sisa pembakaran.
- Ekonomi. Penerbangan terganggu, sekolah diliburkan, dan aktivitas usaha terhenti.
Cara Mencegah dan Menangani Karhutla Gambut
Mencegah jauh lebih efektif dan murah ketimbang memadamkan. Langkah yang umum dilakukan meliputi:
- Pembasahan kembali. Jaga gambut tetap basah agar tidak mudah terbakar.
- Sekat kanal. Bangun sekat untuk menahan air di kanal agar tidak mengalir keluar dari lahan gambut.
- Pemantauan dini. Pantau titik panas dan tinggi muka air secara berkala untuk mendeteksi risiko lebih awal.
- Larangan membakar. Lakukan edukasi, penegakan aturan, dan sediakan alternatif pembukaan lahan tanpa bakar.
- Pemadaman tuntas. Gambut perlu disiram intensif sampai ke lapisan dalam, misalnya lewat sumur bor, hingga asap benar-benar berhenti.
- Restorasi. Tanam kembali vegetasi asli agar fungsi gambut sebagai penyimpan air dan karbon pulih.
Baca Juga: Bukan Sekadar Asap: Mengapa Debu dan Abu Karhutla Berbahaya Bagi Ekosistem Air dan Tanah?
Peran Perusahaan dalam Pencegahan Karhutla
Perusahaan yang beroperasi di sekitar lahan gambut bertanggung jawab menjaga tata kelola air, menyiapkan sarana pemadaman, dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Di sisi lain, kebakaran menghasilkan abu dan sisa material terbakar yang perlu ditangani dengan benar agar tidak mencemari air dan tanah. Komitmen ini juga sejalan dengan tuntutan pelaporan keberlanjutan dan pengelolaan emisi yang kian ketat. Pencegahan yang konsisten melindungi aset perusahaan sekaligus kesehatan masyarakat di sekitar area operasional.
Universal Eco mendukung perusahaan dalam pengelolaan lingkungan, mulai dari pengelolaan limbah, agar bisnis tetap berjalan tanpa mengorbankan bumi.
Tentang Universal Eco
Universal Eco adalah perusahaan pengelola limbah yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Misi kami adalah membantu mewujudkan Indonesia bebas limbah dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penerapan ekonomi sirkular bagi bisnis dan industri. Dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, Universal Eco dapat melayani berbagai jenis kebutuhan pengelolaan limbah domestik dan B3 (Bahan Beracun & Berbahaya) yang bersumber dari area komersil, industri, dan fasilitas layanan kesehatan.
Layanan kami adalah
- Extended Producer Responsibility
- Pencucian Kemasan B3 & Daur Ulang Plastik
- Pengolahan Limbah B3
- Pengolahan Limbah Medis & Farmasi
- Zero Waste Treatment
- Secure Data & Destruction
- Jasa Pengelolaan Oli Bekas & Oil Sludge
Ingin informasi terkait lingkungan dan limbah bisa kunjungi kami di website atau instagram kami. Bersama Universal Eco mari wujudkan Indonesia bebas limbah, siap mengelola limbahmu secara bertanggung jawab.





