Pengertian
Peleburan aluminium adalah proses reduksi dengan cara mencairkan aluminium mencapai titik leburnya untuk kemudian dimasukkan ke dalam ruang cetakan sesuai kebutuhan. Fungsi dari peleburan yaitu mengubah fase padat bahan baku menjadi cair dan mengubah komposisi suatu bahan baku.
Baca Juga: Spent Pot Lining dan Pengelolaan Limbah B3

Proses ini dilakukan di tempat bernama dapur peleburan dengan suhu panas api yang digunakan sekitar 700-1.200°C. Keaktifan logam mempengaruhi proses peleburan, untuk aluminium memiliki sifat sebagai berikut:
- Logam Paduan dengan kekuatan tarikan antara 70-700 MPa
- Mudah dibentuk atau elastis
- Tahan terhadap korosi dan percikan
- Konduktif dan reflektif
- Tidak beracun
- Tidak memiliki bahan magnetik
Metode Peleburan Aliminium
Terdapat dua metode dari proses ini, diantaranya:
- Tradisional: Menggunakan bahan bakar arang atau kayu yang dibakar mencapai titik temperatur tertentu serta tungku pembakaran yang masih tradisional.
- Modern: Peralatan yang digunakan sudah lebih canggih dan maju sehingga pengerjaan menjadi lebih cepat. Metode ini banyak digunakan pada pabrik aluminium saat ini.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan proses peleburan aluminium antara lain:
- Dapur peleburan yang dirancang khusus sesuai kebutuhan, biasanya dilapisi bahan bangunan yang tahan api
- Cawan lebur yang terbuat dari logam serta memiliki titik cair yang lebih tinggi dari logam aluminium yang dilebur
- Penumpu cawan yang memiliki ketahanan lebih dari 1.700°C sebagai penumpu antara cawan dan api
Proses Peleburan Aluminium
Tahapan proses aluminium terdiri dari:
1. Pemanasan
Tahapan ini akan melebur aluminium menjadi cair sesuai dengan suhu titik cairnya. Oleh karena itu, suhu yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan.
2. Peralatan
Peralatan seperti tungku bakar hingga cetakan yang digunakan pada proses ini harus bersih dan kering untuk menjaga kualitas dari produk yang dihasilkan. Selain itu, krusibel atau wadah yang digunakan untuk mengangkat hasil peleburan aluminium dari tungku pembakaran harus diperiksa secara berkala dari keretakan. Selanjutnya adalah memasukkan bahan baku aluminium yang akan dilebur.
3. Proses cetak
Proses selanjutnya adalah pencetakan. Bentuk cetakan yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan. Jika hasil peleburan sudah mengering, selanjutnya adalah membuka hasil cetakan sesuai teknik yang telah ditetapkan.
4. Finishing
Tahapan terakhir yaitu merapikan seluruh permukaan atau sisi hasil cetakan peleburan aluminium agar lebih rapi dan halus serta memiliki kualitas yang bagus
Limbah Hasil Peleburan Aluminium Termasuk Limbah B3
Proses peleburan aluminium umumnya terjadi secara kimiawi di mana menggunakan bahan kimia di dalamnya, sehingga limbah yang dihasilkan dari proses ini termasuk kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Baca Juga: Etching dan Pengelolaan Limbah B3
Limbah B3 yang dihasilkan dari proses ini antara lain:
- Kode limbah A313-4: Sludge dari oil treatment atau fasilitas penyimpanan dari industri Peleburan alumunium dan pelapisan alumunium
- Kode limbah B313-3: Dross hitam dari produksi sekunder Peleburan alumunium dan pelapisan alumunium
- Kode limbah B313-6: Debu dan/atau sludge dari fasilitas pengendalian pencemaran udara dari peleburan alumunium dan pelapisan alumunium
Pengelolaan Limbah B3 Hasil Peleburan Aluminium
Universal Eco melayani jasa pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang berasal dari berbagai jenis industri. Mulai dari pengangkutan, pengumpulan dan pengolahan dengan fasilitas serta teknologi yang telah memenuhi standar, limbah ini akan diolah sesuai peraturan yang berlaku. Universal Eco melayani 200+ kode limbah yang dapat dikelola secara bertanggung jawab.
Ingin informasi terkait lingkungan dan limbah bisa kunjungi kami di website atau instagram kami. Bersama Universal Eco mari wujudkan Indonesia bebas limbah, siap mengelola limbahmu secara bertanggung jawab





