Mikroplastik di Langit Jakarta: Ancaman Tak Terlihat dari Udara

Selama ini, mikroplastik dikenal sebagai pencemar laut dan sungai. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa partikel plastik berukuran sangat kecil ini kini juga ditemukan di udara Jakarta.

Sebuah penelitian berjudul The Deposition of Atmospheric Microplastics in Jakarta-Indonesia: The Coastal Urban Area mencatat adanya deposisi mikroplastik di udara Jakarta antara 3 hingga 40 partikel per meter persegi per hari, dengan rata-rata sekitar 15 partikel per meter persegi per hari.

Penelitian lain dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) juga menemukan mikroplastik dalam air hujan yang turun di wilayah Jakarta. Partikel tersebut terdiri dari berbagai jenis polimer seperti poliester, nilon, polietilena, polipropilena, hingga polibutadiena dan banyak di antaranya berasal dari pakaian sintetis dan ban kendaraan.

Temuan serupa juga dilaporkan oleh Ecoton bersama Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ), yang menunjukkan bahwa paparan mikroplastik udara di Jakarta merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia, lho!

 

Bagaimana Mikroplastik Bisa Naik ke Udara?

Mikroplastik di atmosfer bisa berasal dari berbagai sumber aktivitas manusia sehari-hari. Beberapa penyebab utamanya antara lain:

  1. Serat sintetis dari pakaian yang terlepas saat dicuci, kemudian mengering di udara dan terbawa angin.
  2. Gesekan ban kendaraan di jalan raya, yang menghasilkan partikel plastik mikroskopis.
  3. Pembakaran terbuka sampah plastik, yang menyebabkan partikel plastik halus naik ke atmosfer.
  4. Sampah plastik yang terurai di tempat terbuka, terbawa angin, dan akhirnya menjadi bagian dari debu udara.

Ukuran mikroplastik yang sangat kecil memungkinkan partikel ini terbawa jauh oleh angin dan memasuki lapisan atmosfer. Saat kondisi cuaca tertentu terjadi, partikel-partikel ini turun kembali ke permukaan bumi melalui hujan mikroplastik.

Baca Juga: Mikroplastik, Si Kecil Berbahaya yang Mengkontaminasi Makanan dan Air

 

Dampak Mikroplastik Udara bagi Lingkungan dan Kesehatan

  1. Dampak Lingkungan: Mikroplastik yang jatuh bersama hujan dapat mencemari tanah dan sumber air. Dari sini, partikel-partikel tersebut masuk ke sungai, laut, dan bahkan rantai makanan. Akumulasi jangka panjangnya bisa merusak ekosistem serta memperburuk krisis plastik yang sudah ada.
  2. Dampak Kesehatan Manusia: Meski penelitian masih berlangsung, sejumlah studi menyebutkan bahwa partikel mikroplastik yang terhirup bisa menimbulkan iritasi paru-paru, stres oksidatif, dan gangguan sistem pernapasan. Partikel yang berukuran sangat kecil juga berpotensi masuk ke aliran darah atau organ tubuh, menimbulkan risiko kesehatan yang belum sepenuhnya diketahui.

Di kota besar seperti Jakarta, ancaman ini menjadi lebih serius karena mikroplastik hadir bersamaan dengan polutan lain seperti debu kendaraan dan gas emisi industri.

 

Apa yang Bisa Dilakukan?

Menghadapi masalah mikroplastik di atmosfer, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah, industri, dan masyarakat:

  1. Perbaikan sistem pengelolaan sampah agar plastik tidak berakhir di tempat terbuka atau dibakar.
  2. Pembatasan plastik sekali pakai dan dorongan penggunaan bahan ramah lingkungan.
  3. Inovasi teknologi industri tekstil dan otomotif untuk mengurangi pelepasan serat sintetis dan partikel ban.
  4. Peningkatan ruang hijau perkotaan, karena tanaman dapat menyerap dan menahan sebagian partikel di udara.
  5. Edukasi publik dan riset berkelanjutan agar masyarakat lebih sadar terhadap dampak mikroplastik.

Temuan mikroplastik di udara dan hujan Jakarta menunjukkan bahwa pencemaran plastik kini sudah tidak hanya terbatas di darat dan laut, tapi juga melayang di atmosfer kota.

Masalah ini menegaskan pentingnya perubahan sistem pengelolaan sampah, perilaku konsumsi, serta kebijakan lingkungan yang berkelanjutan.

Upaya bersama dari individu hingga pemerintah dapat menjadi kunci untuk menekan sumber mikroplastik sejak awal dan melindungi kesehatan masyarakat serta ekosistem perkotaan.

Baca Juga: Fenomena Fast Beauty dan Dampaknya pada Lingkungan

 

Tentang Universal Eco

Universal Eco adalah perusahaan pengelola limbah yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Misi kami adalah membantu mewujudkan Indonesia bebas limbah dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penerapan ekonomi sirkular bagi bisnis dan industri. Dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, Universal Eco dapat melayani berbagai jenis kebutuhan pengelolaan limbah domestik dan B3 (Bahan Beracun & Berbahaya) yang bersumber dari area komersil, industri, dan fasilitas layanan kesehatan.

Layanan kami adalah

  1. Extended Producer Responsibility
  2. Pencucian Kemasan B3 & Daur Ulang Plastik
  3. Pengolahan Limbah B3
  4. Pengolahan Limbah Medis & Farmasi
  5. Zero Waste Treatment
  6. Secure Data & Destruction
  7. Jasa Pengelolaan Oli Bekas & Oil Sludge

Ingin informasi terkait lingkungan dan limbah bisa kunjungi kami di website atau instagram kami. Bersama Universal Eco mari wujudkan Indonesia bebas limbah, siap mengelola limbahmu secara bertanggung jawab.

 

Referensi:

Antara News – “Microplastics Found in Jakarta Rain, Study Warns of Pollution Risk” (2025).

PubMed – The Deposition of Atmospheric Microplastics in Jakarta-Indonesia: The Coastal Urban Area (2022).

Ecoton & SIEJ – Airborne Microplastic Exposure in Indonesian Cities (2024).

BRIN – Laporan Penelitian Hujan Mikroplastik di Jakarta (2025).

Kompas Lestari – “BRIN Wanti-wanti: Hujan Mikroplastik Tak Hanya Terjadi di Jakarta” (2025).

Bagikan :